Jumat, 20 Juli 2012

buat yang lagi butuh inspirasi hidup :)


            Dulu kami melukis langit dan membebaskan imajinasi itu lepas membumbung tinggi. Aku melihat awan yang seperti benua amerika , raja bersikeras dengan awan yang berbentuk eropa . sementara Atang tidak yakin dengan kami berdua dan sangat percaya bahwa nagan itu berbentuk Afrika. Baso malah melihat semua ini dalam konteks Asia. Sedangkan Said dan Dulmajid sangat Nasioanalis, awan itu berbentuk peta negara kesatuan Indonesia. Dulu kami tidak takut bermimpi, walau sejujurnya kami tidak tau bagaimana merealisasikanya . tapi lihatlah hari ini setelah mengerahkan segala ikhtiar dan menggenpkan dengan doa, Tuhan mengirim benua kepelukan masing masing. Kunfayakun , maka sebuah awan impian , kini hidup nyata. Kami berenam telah berada di 5 negara yang berbeda. Di lima negara impian kami. Jangan pernah meremehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh maha mnedengar. Man jadda wa jadda barang siapa yang bersungguh sungguh akan berhasil.
“Negri 5 Menara” A novel by A. Fuadi

Kataku mimpi bukanlah hal yang tidak mungkin. Mimpi adalah sahabat penggerak langkah dan roda kehidupan yang makin berat. Semakin tinggi mimpi, semakin besar energi yang akan diberikan oleh mimpi itu untuk kita. Karena tinnginya mimpi itu kita pasti semakin bekerja lebih dan lebih keras setiap harinya. Semua itu dilakukan hanya untuk meraih dan menggenggam mimpi itu untuk orang yang kita sayangi.

Makasih buat yang udah buat novelnya. Semoga Allah membalas semua kebaikan anda.
J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 20 Juli 2012

buat yang lagi butuh inspirasi hidup :)


            Dulu kami melukis langit dan membebaskan imajinasi itu lepas membumbung tinggi. Aku melihat awan yang seperti benua amerika , raja bersikeras dengan awan yang berbentuk eropa . sementara Atang tidak yakin dengan kami berdua dan sangat percaya bahwa nagan itu berbentuk Afrika. Baso malah melihat semua ini dalam konteks Asia. Sedangkan Said dan Dulmajid sangat Nasioanalis, awan itu berbentuk peta negara kesatuan Indonesia. Dulu kami tidak takut bermimpi, walau sejujurnya kami tidak tau bagaimana merealisasikanya . tapi lihatlah hari ini setelah mengerahkan segala ikhtiar dan menggenpkan dengan doa, Tuhan mengirim benua kepelukan masing masing. Kunfayakun , maka sebuah awan impian , kini hidup nyata. Kami berenam telah berada di 5 negara yang berbeda. Di lima negara impian kami. Jangan pernah meremehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh maha mnedengar. Man jadda wa jadda barang siapa yang bersungguh sungguh akan berhasil.
“Negri 5 Menara” A novel by A. Fuadi

Kataku mimpi bukanlah hal yang tidak mungkin. Mimpi adalah sahabat penggerak langkah dan roda kehidupan yang makin berat. Semakin tinggi mimpi, semakin besar energi yang akan diberikan oleh mimpi itu untuk kita. Karena tinnginya mimpi itu kita pasti semakin bekerja lebih dan lebih keras setiap harinya. Semua itu dilakukan hanya untuk meraih dan menggenggam mimpi itu untuk orang yang kita sayangi.

Makasih buat yang udah buat novelnya. Semoga Allah membalas semua kebaikan anda.
J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar