Senin, 24 Februari 2014

a w e s o m e :)

it's Great and it's so AWESOME

apakah itu? yah.. pagi ini saya kembali dengan rutinitas seperti biasa, alakadarnya Mahasiswa lainlah yakni belajar sebelum masuk ke ruang kuliah. ya intinya persiapan gitulah soalnya dosen matkul yang satu ini aktif banget, so that i must prepare it! yeah! Girl on fire :D

back to topick -> nah ditengah - tengah kejenuhan membaca ribuan kata di depan laptop mungil biru kesayangan, saya iseng2 buka blo tercinta dan terkasih saya ini. wal hasil postingan dengan lebih dari 100 judul ini saya buka di new tab dan saya baca satu persatu.

And its so Great ! aku ngerasa flash bakck ke masa masa perjuangna SMA, bagaimana kisah pengorbanan, perjuangan, tangis, tawa, dan cinta. semua memori terbuka kembali secara otomatis.

bagaimana aku dulu belajar keras, terlalu keras , karena ambisiku buat kuliah di salah satu PTK di jakarta itu melebihi dosis rata - rata anak SMA pada umumnya *padahal, segala sesuatu yang berlebihan itu gak baik. Right? its Right for you, but not for me. kadang sih :D

dan paling berkesan pas baca postngan yang satu ini
http://dinamikaarisfa.blogspot.com/2012/05/little-story-called-dream.html . 

kata - kata yang tersususn indah didalamnya membuat aku merinding, dan seolah gak percaya, wow itu aku lo dulu yang nulis. disekian banyak cerita perjuangan dan jatuh yang aku alami, seolah hal ini semakin menguatkanku untuk tetap berada di kota yang indah ini. Dengan segala perjuangan dan lembaran yang pastinya baru dan berbeda. dengan orang2 di sekelilingku yang juga berbeda. semakin membuat imajinasiku seolah tertata dan tersusun kembali karena ombak yang memang terlalu dahsyat di kota ini. dan dalam benak tersirat sebuah kalimat yang semakin membuat aku percaya dengan kota dan kampusku sekarang. "Madiun, Jombang, Bandung, Ranah 3 warna Indonesiaku, yang memang telah Allah gariskan, bukan melulu mengeluh karena berbeda dengan kota sebelumnya, tapi bagaimana aku tetap bisa mengamalkan apa yang telah aku pelajari di kota sebelumnya untuk kotaku sekarang."

well, dimanapun Allah menggariskan tempat yang kakimu akan melabuhkan pijakan, itu semua bukan tanpa sebuah sebab dan alasan, dan ketika kita mulai lelah dan enggan untuk melanjutkan langkah, kembali dekatkan diri pada Allah rabb yang telah menciptakan kita, kenapa? karena Allah yang menciptakan kita, jadi Dia pasti lebih Maha Tahu daripada hamba yang Dia ciptakan.

it's Great right, gak ada yang pernah tahu kapan kita harus kembali ke tempat awal kita bermula. tugas dari seorang mahluk yang bernama manusia adalah Jangan pernah lelah untukselalu  beribadah kepadaNya disetiap tarikan dan hembusan nafas.

-hanya sekedar berbagi kecamuk dalam hati, tak ada niat untuk meriakkan diri, karena segala kebaikan yang terucap semata2 datang dariNya, dan keburukan kata yang tersusun datang dr jiwa yang penuh khilaf dan dosa ini.

----------------------------------------------------------dari hamba yg selalu merindukanMu, Febriarum R H


Selasa, 18 Februari 2014

sebuah kata "CEMBURU"

cemburu, kata ini menyiratkan banyak orientasi di benak setiap insan. Beda orang yang membaca judul kisah saya kali ini, beda pula interpretasinya, itu pasti. 

Cemburu merupakan emosi dan biasanya merujuk pada fikiran negetif dan perasaan terancam, takut, dan risau bagi kehilangan sesuatu yang dihargai oleh seseorang, terutama merujuk pada hubungan manusia. (wikipedia)

saya menggaris bawahi hubungan antar manusianya. coba kita sama - sama berfikir, kata "cemburu" sering dimaknai atau lebih sering ditafsirkan dan ditujukan kepada pesangan mereka, bagi khalayak muda. ketika orang yang kita cintai dekat dengan orang lain (lawan jenis), rasa cemburu itu pasti menghampiri. Pasti kenapa? karena saya pernah mendengar teman sekelas saya berceletuk, "cemburu itu artinya cinta, seseorang itu gak mau kehilangan sosok kamu dalam kehidupanya". oke, memang benar, cemburu adalah bagian dari sebuah kata cinta. artinya ketika rasa cemburu itu muncul terhadap orang yang kita sayangi, berarti ya memang pasangan kita sudah kita tempatkan di hati kita, *mungkin

dan sepertiga malam kali ini saya merenungi sebuah kejadian, sebuah kejadian yang membuat hati saya tergerak untuk menorehkan kisah saya di blog yang sangat saya cintai. kisah itu menghantarkan saya untuk berfikir keras dan memaknai arti kata cemburu yang saya rasakan. berfikir terus, mulai dari saya terbangun - masuk ke kamar mandi - mengucurkan air yang mengalir untuk menyucikan hadast kecil yang ada dalam tubuh saya. dan di akhir basuhan pada kaki, saya ber istigfar. Astagfirullahaladzim dan dengan hati meratap dan bergetar memulai untuk menjalankan sunnah raka'at demi roka'at, sujud demi sujud dengan sejuta fikiran dakenapan air mata.

ada banyak hal yang saya rasakan di SMA yang sulit saya rasakan lagi,  Astagfirullahaladzim. kata "cemburu" kembali menghujam fikiran. Kenapa sekarang saya jarang cemburu saat melihat ada orang lain yang lebih bisa mencintai Allah?????????? Astagfirullahaladzim, terlepas dari siapakah dia, darimanakah dia, penganut aliran apakah dia, itu semua hak personal dia. dan sepertiga malam kali ini memiliki arti yang begitu dalam bagi saya. di atas segala permasalahan kuliah yang banyak, beban fikiran yang terlalu berat, seakan saya merasakan kenapa hal itu bisa terjadi.

kata cemburu itu yang membuat saya menitikan air mata, terlalu banyak dosa dan kekotoran hati serta fikiran sayalah yang saya rasakan. saya hanya terus menangis karena hanya segelintir orang yang bisa mengerti dan memahami saya, tapi saya tidak berfikir bahwa ada yang Maha Faham tentang saya, Allah SWT, yang meniptakan setiap detail tubuh dan kehidupan saya, yang memiliki saya. Seolah tak mengenalnya, seolah melupakanya, seolah menomorduakanya Astagfirullahaladzim.

malam yang indah, malam yang membuat hatiku tenang bersama Allah.
saya tidak butuh teori2 motivasi yang manusia buat, karena insyaAllah saya mengerti tentang itu semua. yang saya butuhkan adalah kalimah2 Allah yang diselipkan disetiap celah cerita saya, saya butuh orang yang selalu mengingatkan saya dengan kalimah2 al Quran, setiap saat setiap waktu, bukan orang yang menggurui keduniawian. karena hanya dengan hal2 seperti iulah hati saya bisa tenang, fikiran stress yang bergelantungan bisa hilang dan sirna. Hanya dengan itu, saya hanya butuh semangat bukan malah digurui dengan segala teori duniawi.

cemburulah dengan  orang yang lebih dekat dengan Allah, itu akan membuat kamu berkompetisi positif untuk selalu menuju cintaNya, cinta yang haqiqi

dari insan manusia yang penuh dengan kekhilafan.
dari hamba yang selalu merindukan pelukan Rabnya di sepertiga malam
dari seseorang yang selalu ingin cemburu saat ada orang lain yang lebih dekat denganMu

A

Astagfirullahaladzim, bismillah


 




Kamis, 13 Februari 2014

Lama tak Bersua

terakhir posting di blog tercinta tanggal 3 desember tahun kemaren, udah hampir 3 bulan ini blog aku tinggalin sendiri menyepi! *kayak lagu edcoustic aja :D

yahh, ingin berbagi cerita, emm lebih tepatnya berbagi pemikiran tentang makin maraknya bencana yang sedang melanda bumi pertiwi tecinta ini.

yaps, mulai dari sinabung nan jauh disana sampai kota kediri nan dekat di sini. iya, gunung Kelud baru saja meletus semalam. hujan debu dimana - mana. ya nggak dimana mana juga sih, radius Solo Jogja. kota dimana tempat saya dilahirkan juga terkena dampaknya. terakhir berita yang saya dengar kota Madiun dihujani debu dengan ketebalan 1 cm. wahh.. pemikiran saya melayang seperti lautan pasir di gunung bromo impian :/

Back to topick, bumi makin tua usianya, makin banyak yang gak respect sama bumi tempat bersujud dan berpijak setiap hari. yah, mungkin itu salah dua hal yang bisa kita tarik benang merahnya. jadi inget lagu bang Iwan Fals =>

Perjalanan ini 
Trasa sangat menyedihkan
 Sayang engkau tak duduk 
Disampingku kawan
Banyak cerita 
Yang mestinya kau saksikan
 Di tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang 
Dihempas batu jalanan 
Hati tergetar menatap kering rerumputan
Perjalanan ini pun 
Seperti jadi saksi 
Gembala kecil 
Menangis sedih ...
Kawan coba dengar apa jawabnya 
Ketika di kutanya mengapa 
Bapak ibunya tlah lama mati 
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut 
Kukabarkan semuanya 
Kepada karang kepada ombak
 Kepada matahari
Tetapi semua diam 
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri 
Terpaku menatap langit
Barangkali di sanaada jawabnya 
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan 
Melihat tingkah kita 
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa 
 Atau alam mulai enggan 
Bersahabat dengan kita 
Coba kita bertanya pada 
Rumput yang bergoyang

coba baca dan resapi, mungkin diantara kita hanya bisa ngangguk2, geleng2, istigfar dan apalah semacamnya. 
1 dibenak hati saya :
Apakah Allah sedang marah dengan kita?

Selasa, 03 Desember 2013

WHAT A FUNNY IS IT

AND ALSO WHAT A FUNNY IS IT

LIKE PLAYING A GAME

Minggu, 03 November 2013

K A G U M #sosok

Dago Pojok 6/161C Bandung Jawa Barat,

Di postingan ke seratus Blog terkasih ini penulis ingin mengungkapkan rasa kekaguman akan sosok. Siapakah sosok itu? sosok itu adalah mereka semua yang berada disana.

Betapa mereka telah kembali menghujam, dan membuka kedua belah mata hati untuk setidaknya lebih dekat dengan sebuah kata yang sebenarnya sering orang - orang melontarkan ini semua.


B A H A G I A...

Mereka semua mengajariku kebahagiaan yang lebih dari sekadar kata indah. Mereka melatih kepekaan hati yang dititipkan oleh Allah ini.

Aku belajar dari apa yang mereka perjuangan mereka
Aku belajar dari apa yang mereka telah dan sedang fikirkan
Aku belajar dari apa yang mereka berikan
Aku belajar dari apa yang mereka dedikasikan
Aku belajar dari apa yang telah terjadi dalam kehidupan mereka
Aku belajar dari keihklasan mereka

Bukan melulu masalah MATERI, tapi masalah DIRI

Dan dari belajar - belajar itu aku semakin mengenal dan memahami. Seperti apakah sosok yang akan terus memberikan kenangan indah yang membekas dan tak kan pernah terhapuskan. Terus terukir dalam benak jiwa setiap jiwa yang melihat ketika sebuah nama tertoreh dan ditancapkan di akhir umur yang telah Allah tetapkan.Di Bumi Allah tercinta.

Bagaimana sebuah nama "Febriarum Rohmatul Hasanah" akan menjadi?

Terimakasih untuk mereka yang disana.
Save Street Child Bandung, We care we share with

Dedication Responsibility Education Attitude Motivation

Jumat, 01 November 2013

PEMUDA KINI


             Pemuda sejatinya adalah penerus bangsa . Pengganti tahta kenegaraan, pemimpin dalam segala aspek kehidupan untuk beberapa tahun kedepan. Sebagai presiden, mentri, gubernur, bupati, kepala desa atau bahkan kepala keluarga. Menjadi seorang kepala keluarga bukan menjadi sesuatu hal yang luar biasa. Bukan se- wah presiden dan jajaranya yang setiap saat tersorot kamera media massa. Namun dari sosok pemimpin keluarga itulah kontribusi terbesar kesejahteraan negeri ini bertumpu. Karena objek dari segala rencana pemimpin pusat adalah setiap jiwa yang ada didalam keluarga.  Semua pastinya akan beregenerasi dengan segala SDM yang dibawa dan dimiliki. Dan mari kita membuka mata dan sejenak berfikir kedepan setelah melihat bagaimana pemuda – pemuda masa kini. Mungkin mereka adalah saudara, teman, adik, cucu atau bahkan kita sendiri.

Bagaimana kacamata Anda melihat pemuda di masa kini?. Kalimat pertama yang terbesit difikiran mungkin ”Ada apa dengan moral mereka, sang penerus bangsa?”. Degradasi moral lebih tepatnya. Moral berkaitan erat dengan etika, perilaku, keadaan hati dan jiwa mereka. Apakah hati dan jiwa mereka sedang “sehat” ataukah “sakit”?. Moral yang sekarang tengah dibawa disetiap jutaan pemuda negri ini pastinya berorientasi kepada apa yang mereka lakukan. Hal – hal apa yang menjadi prioritas mereka dari sekian banyak pilihan “aturan” hidup dimasa muda mereka. Kemanakah hati yang mereka miliki menuntun untuk menentukan arah melangkah. Mudah saja sebenarnya bagaimana cara melihatnya. Kalau hati mereka sedang “sehat” ke hal – hal positiflah mereka berlari, dan sebaliknya ketika hati mereka sedang “sakit”. Dan bagaimana fakta di lapangan?. Pasti kita mengerti, karena hal positif dan negatif tidak bersifat relatif.  

Pemuda dengan jiwa yang  “sehat” dimasa kini menjadi sosok kaum marginal. Mereka yang “sehat” tertutupi oleh mereka yang “sakit” yang kini bercokol menjadi kaum mayoritas. Tak heran jika masyarakat pada umumnya menilai dengan segala fikiran – fikiran negatif, jika disodorkan pertanyaan “bagaimana pemuda Indonesia saat ini?”.  Anarkis, individualis, frontal, sex bebas, foya – foya, dan segala kecaman negative lainya. Memang benar semua itu bisa terlihat jelas. Tak perlu lagi melakukan penelitian ilmiah untuk melihatnya, cukup dengan “melirik”  suguhan - suguhan berita media massa. Mulai dari televisi, koran,  majalah, dan apalah yang sekaum dengan mereka.  Itu lebih dari sekadar kata cukup. Mengapa hal itu bisa terjadi?. Pertanyaan inilah yang sering muncul, dan hanya muncul tapi enggan berfikir dan bertindak untuk menemukan titik penyelesaian.

Coba kita fokuskan sorot kembali ke degradasi moral. Gambaran awalnya, bagaimana keadaan  tubuh seseorang jika kekurangan asupan gizi dan nutrisi. Sakit dan abnormal, mungkin itu jawaban terbanyak yang akan terlontarkan. Ada sistem yang seharusnya berfungsi dengan baik menjadi kurang optimal bekerjanya, atau malah sama sekali tidak berfungsi. Kaku dan tidak bisa digerakkan. Terus apa bedanya dengan robot yang hanya bisa digerakkan orang lain. Dan cobalah gambaran tubuh di atas kita orientasikan kedalam keadaan hati setiap individu. Jangan lupa bahwa hati lebih dari sekadar kata tubuh. Karena hatilah sejatinya yang menjalankan tubuh, bahkan juga otak yang sering kita gunakan untuk berfikir.

Yah, nutrisi dan gizi untuk hati dimasa kini tak lagi diperdulikan. Hanya ilmu – ilmu duniawi yang menjadi prioritas mereka yang menjadi kaum mayoritas. Mereka mengukur masa depan hanya sebatas sampai bagaimana aku setelah lulus pendidikan, bukan bagaimana aku setelah kematian waktunya tiba merenggut. Itu masih mending mau berfikir untuk masa depan keduniaan mereka. Kalau kita lihat sekarang, malah banyak pemuda yang enggan memikirkan masa depan jangka pendek apalagi jangka panjang. Ini masih pemuda yang beruntung bisa mengenyam bangku pendidikan formal, bagaimana yang tidak? Kemanakah mereka melangkahkan kaki muda dan kokoh itu?. Bagaimana keadaan pemuda mayoritas yang tidak bisa bersekolah.

Mencoba menarik kembali benang merah dari kata MORAL. Coba saja moral mereka sehat, pasti tak akan tergoda dengan hal – hal seperti itu. Coba saja mereka tidak terfokuskan hanya pada satu titik yang namanya kebahagiaan dunia. Terlepas dari memihak pilihan beragama setiap individu pemuda Indonesia. Entah pemuda itu muslim atau non muslim. Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Nah, nutrisi dan gizi terbesar untuk hati itu sebenarnya terletak dalam aturan – aturan yang ada didalam setiap agama yang telah menjadi pilihan, pasti. Contohnya dalam Islam, sebenarnya semua masalah – masalah yang terjadi dalam setiap jiwa muslim , solusinya ada dalam Al – Qur’an kitab agama Islam. Agama menyelesaikan semua masalah dengan titik pertama yang dituju pasti “Hati”. Dan begitu pula dengan agama lain. Hanya caranya saja yang berbeda.

Semakin miris ketika melihat fakta yang terjadi di kampus tercinta, mungkin juga di kampus – kampus lain. Mata kuliah Pendidikan Agama hanya ada pada tingkat satu perkuliahan, atau hanya ada di semester 1 dan semester 2 dari delapan semester yang akan dihadapi. Nah, sisa enam semester ini adalah masa yang sebenarnya sangat krusial. Semakin besar beban yang akan di emban, semakin pelik permasalahan yang akan dihadapi. Kekosongan nutrisi ini siapa yang mengisi?. Iya buat mereka yang peka hatinya pasti lari kesana- sini untuk mencari tempat dimana nutrisi dan gizi hati masih bisa terpenuhi. Nah yang tidak bagaimana?. Pertanyaan yang mudah jawabanya, “lebih banyak yang mana? Mecari atau diam dengan seribu bahasa?”.

Sedikit dari yang penulis rasakan. Mengapa diperkuliahan sangat minim mendapatkan motivasi, dorongan, nasehat, wejangan – wejangan dari para dosen. Oke, mungkin dosen menganggap sudah tak perlu lagi diberi hal yang semacam itu, dengan alasan kata “Mahasiswa” yang disandang. Padahal mahasiswa adalah masa peralihan untuk lebih dekat dengan bagaimana merasakan kehidupan yang lebih nyata. Dorongan, motivasi, dan nasehat itu masih perlu disisipkan, mungkin memang kuantitasnya dikurangi, tak sebanyak masa remaja. Karena mahasiswa juga bagian dari pemuda penerus bangsa yang moral mereka harus diluruskan atau bahkan diperbaiki.

Bagaimanakah seharusnya pemuda kini mengorientasikan cara berfikir mereka?. Seharusnya pemuda sekarang memadukan ilmu agama yang penuh dengan nutrisi moral yang baik dengan ilmu dunia untuk mencapai segala obsesi – obsesi dunia mereka. Keseimbangan akan terpenuhi saat moral sehat mendukung ilmu keduniaan yang tengah diemban. Perilaku – perilakunya pun juga pasti berbeda. Tak akan pernah ada lagi kata individualis, anarkis, sex bebas, foya – foya. Yang ada hanya kata kebahagiaan bersama. Semua saling memiiki, saling membantu, dan  gotong royong. Seperti tujuan yang ada dalam pembukaan UUD 45 dan pancasila sebagai dasar Negara. Pemuda seperti itulah yang seharusnya ada. Karena pemuda kini pasti akan menjadi pemimpin Negara Indonesia dimasa datang. Dan kesejahteraan Negara Indonesia dimasa datang ada ditangan pemuda di masa kini. Itu bukan beban tapi itu tanggung jawab seorang Pemuda masa kini. 

Untuk para pemuda negeri yang kaya ini, berperilakulah layaknya seorang pemuda dengan jiwa nasionalis yang selalu terbakar. Orientasikan segala apa yang tengah diemban sekarang hanya untuk negeri tercinta Indonesia. Negeri ini butuh sosok pemimpin yang moral hatinya terpenuhi nutrisi dan gizinya. Jayalah pemuda Indonesia dan jayalah negriku Indonesia.


Oleh :
Febriarum Rohmatul Hasanah
NRP : 13.04.016
1F STKS BANDUNG





Rabu, 30 Oktober 2013

Aku Bahagia Mengenal Kalian !!

Terimakasih buat kalian yang setiap harinya selalu bikin aku tersenyum, tertawa, bahagia, menangis bahagia, menegarkan hari - hari krusialku, dan apalah yang selalu membahagiakan. Aku bersyukur Allah telah menakdirkan hal indah ini. Aku gak pernah berfikir bisa berjalan sejauh ini, aku gak pernah menyangka, sama sekali tak pernah ada disela benak jiwa.

Kalian ISTIMEWA, aku sangat bangga bisa bersama kalian setiap saat. Kalian lebih dari sekedar kata BAHAGIA buat aku.

Bandung memang telah menorehkan banyak cerita. Bandung telah menorehkan banyak rasa. Bandung memberikan aku kejutan. Bandung mengajariku banyak hal, tentang bagaimana aku bersyukur, apa itu hidup, bagaimana seharusnya aku melangkah, apa yang seharusnya seorang Febriarum Rohmatul Hasanah simpan erat dihati untuk diperjuangkan.

Aku menjadi mengerti bagaimana cara mengindahkan kehidupan di dunia yang hanya sementara. Aku lebih memahami bahwa SURGA adalah tempat teriindah yang harus aku dapatkan. Berulang kali dalam BLOG ini aku selalu menuliskan SURGA. Why? karena itu obsesiku terbesarku, wajib hukumnya aku pergi kesana. Aku yakin disana Indaaaahhhh banget. Lebih indah dari Bandung yang aku melihatnya itu indah banget.

Aku gak hanya ingin BAHAGIA didunia bersama kalian. Tapi aku ingin di SURGA juga bersama kalian. Karena aku yakin bersama kalianlah SURGA itu terasa semakin dekat.

Terimakasih Rab-ku, telah mengirimkan mereka.
Hamba mohon, bantu hamba menjaga semua hal ini.
Karena hanya Ridho-Mu lah, titik akhir yang menjadi perjuangan hamba.

Just For You : RTL, MRA, AC, NKA. Kalian berarti dihati, buat sekarang dan selamanya :)

Senin, 24 Februari 2014

a w e s o m e :)

it's Great and it's so AWESOME

apakah itu? yah.. pagi ini saya kembali dengan rutinitas seperti biasa, alakadarnya Mahasiswa lainlah yakni belajar sebelum masuk ke ruang kuliah. ya intinya persiapan gitulah soalnya dosen matkul yang satu ini aktif banget, so that i must prepare it! yeah! Girl on fire :D

back to topick -> nah ditengah - tengah kejenuhan membaca ribuan kata di depan laptop mungil biru kesayangan, saya iseng2 buka blo tercinta dan terkasih saya ini. wal hasil postingan dengan lebih dari 100 judul ini saya buka di new tab dan saya baca satu persatu.

And its so Great ! aku ngerasa flash bakck ke masa masa perjuangna SMA, bagaimana kisah pengorbanan, perjuangan, tangis, tawa, dan cinta. semua memori terbuka kembali secara otomatis.

bagaimana aku dulu belajar keras, terlalu keras , karena ambisiku buat kuliah di salah satu PTK di jakarta itu melebihi dosis rata - rata anak SMA pada umumnya *padahal, segala sesuatu yang berlebihan itu gak baik. Right? its Right for you, but not for me. kadang sih :D

dan paling berkesan pas baca postngan yang satu ini
http://dinamikaarisfa.blogspot.com/2012/05/little-story-called-dream.html . 

kata - kata yang tersususn indah didalamnya membuat aku merinding, dan seolah gak percaya, wow itu aku lo dulu yang nulis. disekian banyak cerita perjuangan dan jatuh yang aku alami, seolah hal ini semakin menguatkanku untuk tetap berada di kota yang indah ini. Dengan segala perjuangan dan lembaran yang pastinya baru dan berbeda. dengan orang2 di sekelilingku yang juga berbeda. semakin membuat imajinasiku seolah tertata dan tersusun kembali karena ombak yang memang terlalu dahsyat di kota ini. dan dalam benak tersirat sebuah kalimat yang semakin membuat aku percaya dengan kota dan kampusku sekarang. "Madiun, Jombang, Bandung, Ranah 3 warna Indonesiaku, yang memang telah Allah gariskan, bukan melulu mengeluh karena berbeda dengan kota sebelumnya, tapi bagaimana aku tetap bisa mengamalkan apa yang telah aku pelajari di kota sebelumnya untuk kotaku sekarang."

well, dimanapun Allah menggariskan tempat yang kakimu akan melabuhkan pijakan, itu semua bukan tanpa sebuah sebab dan alasan, dan ketika kita mulai lelah dan enggan untuk melanjutkan langkah, kembali dekatkan diri pada Allah rabb yang telah menciptakan kita, kenapa? karena Allah yang menciptakan kita, jadi Dia pasti lebih Maha Tahu daripada hamba yang Dia ciptakan.

it's Great right, gak ada yang pernah tahu kapan kita harus kembali ke tempat awal kita bermula. tugas dari seorang mahluk yang bernama manusia adalah Jangan pernah lelah untukselalu  beribadah kepadaNya disetiap tarikan dan hembusan nafas.

-hanya sekedar berbagi kecamuk dalam hati, tak ada niat untuk meriakkan diri, karena segala kebaikan yang terucap semata2 datang dariNya, dan keburukan kata yang tersusun datang dr jiwa yang penuh khilaf dan dosa ini.

----------------------------------------------------------dari hamba yg selalu merindukanMu, Febriarum R H


Selasa, 18 Februari 2014

sebuah kata "CEMBURU"

cemburu, kata ini menyiratkan banyak orientasi di benak setiap insan. Beda orang yang membaca judul kisah saya kali ini, beda pula interpretasinya, itu pasti. 

Cemburu merupakan emosi dan biasanya merujuk pada fikiran negetif dan perasaan terancam, takut, dan risau bagi kehilangan sesuatu yang dihargai oleh seseorang, terutama merujuk pada hubungan manusia. (wikipedia)

saya menggaris bawahi hubungan antar manusianya. coba kita sama - sama berfikir, kata "cemburu" sering dimaknai atau lebih sering ditafsirkan dan ditujukan kepada pesangan mereka, bagi khalayak muda. ketika orang yang kita cintai dekat dengan orang lain (lawan jenis), rasa cemburu itu pasti menghampiri. Pasti kenapa? karena saya pernah mendengar teman sekelas saya berceletuk, "cemburu itu artinya cinta, seseorang itu gak mau kehilangan sosok kamu dalam kehidupanya". oke, memang benar, cemburu adalah bagian dari sebuah kata cinta. artinya ketika rasa cemburu itu muncul terhadap orang yang kita sayangi, berarti ya memang pasangan kita sudah kita tempatkan di hati kita, *mungkin

dan sepertiga malam kali ini saya merenungi sebuah kejadian, sebuah kejadian yang membuat hati saya tergerak untuk menorehkan kisah saya di blog yang sangat saya cintai. kisah itu menghantarkan saya untuk berfikir keras dan memaknai arti kata cemburu yang saya rasakan. berfikir terus, mulai dari saya terbangun - masuk ke kamar mandi - mengucurkan air yang mengalir untuk menyucikan hadast kecil yang ada dalam tubuh saya. dan di akhir basuhan pada kaki, saya ber istigfar. Astagfirullahaladzim dan dengan hati meratap dan bergetar memulai untuk menjalankan sunnah raka'at demi roka'at, sujud demi sujud dengan sejuta fikiran dakenapan air mata.

ada banyak hal yang saya rasakan di SMA yang sulit saya rasakan lagi,  Astagfirullahaladzim. kata "cemburu" kembali menghujam fikiran. Kenapa sekarang saya jarang cemburu saat melihat ada orang lain yang lebih bisa mencintai Allah?????????? Astagfirullahaladzim, terlepas dari siapakah dia, darimanakah dia, penganut aliran apakah dia, itu semua hak personal dia. dan sepertiga malam kali ini memiliki arti yang begitu dalam bagi saya. di atas segala permasalahan kuliah yang banyak, beban fikiran yang terlalu berat, seakan saya merasakan kenapa hal itu bisa terjadi.

kata cemburu itu yang membuat saya menitikan air mata, terlalu banyak dosa dan kekotoran hati serta fikiran sayalah yang saya rasakan. saya hanya terus menangis karena hanya segelintir orang yang bisa mengerti dan memahami saya, tapi saya tidak berfikir bahwa ada yang Maha Faham tentang saya, Allah SWT, yang meniptakan setiap detail tubuh dan kehidupan saya, yang memiliki saya. Seolah tak mengenalnya, seolah melupakanya, seolah menomorduakanya Astagfirullahaladzim.

malam yang indah, malam yang membuat hatiku tenang bersama Allah.
saya tidak butuh teori2 motivasi yang manusia buat, karena insyaAllah saya mengerti tentang itu semua. yang saya butuhkan adalah kalimah2 Allah yang diselipkan disetiap celah cerita saya, saya butuh orang yang selalu mengingatkan saya dengan kalimah2 al Quran, setiap saat setiap waktu, bukan orang yang menggurui keduniawian. karena hanya dengan hal2 seperti iulah hati saya bisa tenang, fikiran stress yang bergelantungan bisa hilang dan sirna. Hanya dengan itu, saya hanya butuh semangat bukan malah digurui dengan segala teori duniawi.

cemburulah dengan  orang yang lebih dekat dengan Allah, itu akan membuat kamu berkompetisi positif untuk selalu menuju cintaNya, cinta yang haqiqi

dari insan manusia yang penuh dengan kekhilafan.
dari hamba yang selalu merindukan pelukan Rabnya di sepertiga malam
dari seseorang yang selalu ingin cemburu saat ada orang lain yang lebih dekat denganMu

A

Astagfirullahaladzim, bismillah


 




Kamis, 13 Februari 2014

Lama tak Bersua

terakhir posting di blog tercinta tanggal 3 desember tahun kemaren, udah hampir 3 bulan ini blog aku tinggalin sendiri menyepi! *kayak lagu edcoustic aja :D

yahh, ingin berbagi cerita, emm lebih tepatnya berbagi pemikiran tentang makin maraknya bencana yang sedang melanda bumi pertiwi tecinta ini.

yaps, mulai dari sinabung nan jauh disana sampai kota kediri nan dekat di sini. iya, gunung Kelud baru saja meletus semalam. hujan debu dimana - mana. ya nggak dimana mana juga sih, radius Solo Jogja. kota dimana tempat saya dilahirkan juga terkena dampaknya. terakhir berita yang saya dengar kota Madiun dihujani debu dengan ketebalan 1 cm. wahh.. pemikiran saya melayang seperti lautan pasir di gunung bromo impian :/

Back to topick, bumi makin tua usianya, makin banyak yang gak respect sama bumi tempat bersujud dan berpijak setiap hari. yah, mungkin itu salah dua hal yang bisa kita tarik benang merahnya. jadi inget lagu bang Iwan Fals =>

Perjalanan ini 
Trasa sangat menyedihkan
 Sayang engkau tak duduk 
Disampingku kawan
Banyak cerita 
Yang mestinya kau saksikan
 Di tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang 
Dihempas batu jalanan 
Hati tergetar menatap kering rerumputan
Perjalanan ini pun 
Seperti jadi saksi 
Gembala kecil 
Menangis sedih ...
Kawan coba dengar apa jawabnya 
Ketika di kutanya mengapa 
Bapak ibunya tlah lama mati 
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut 
Kukabarkan semuanya 
Kepada karang kepada ombak
 Kepada matahari
Tetapi semua diam 
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri 
Terpaku menatap langit
Barangkali di sanaada jawabnya 
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan 
Melihat tingkah kita 
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa 
 Atau alam mulai enggan 
Bersahabat dengan kita 
Coba kita bertanya pada 
Rumput yang bergoyang

coba baca dan resapi, mungkin diantara kita hanya bisa ngangguk2, geleng2, istigfar dan apalah semacamnya. 
1 dibenak hati saya :
Apakah Allah sedang marah dengan kita?

Minggu, 03 November 2013

K A G U M #sosok

Dago Pojok 6/161C Bandung Jawa Barat,

Di postingan ke seratus Blog terkasih ini penulis ingin mengungkapkan rasa kekaguman akan sosok. Siapakah sosok itu? sosok itu adalah mereka semua yang berada disana.

Betapa mereka telah kembali menghujam, dan membuka kedua belah mata hati untuk setidaknya lebih dekat dengan sebuah kata yang sebenarnya sering orang - orang melontarkan ini semua.


B A H A G I A...

Mereka semua mengajariku kebahagiaan yang lebih dari sekadar kata indah. Mereka melatih kepekaan hati yang dititipkan oleh Allah ini.

Aku belajar dari apa yang mereka perjuangan mereka
Aku belajar dari apa yang mereka telah dan sedang fikirkan
Aku belajar dari apa yang mereka berikan
Aku belajar dari apa yang mereka dedikasikan
Aku belajar dari apa yang telah terjadi dalam kehidupan mereka
Aku belajar dari keihklasan mereka

Bukan melulu masalah MATERI, tapi masalah DIRI

Dan dari belajar - belajar itu aku semakin mengenal dan memahami. Seperti apakah sosok yang akan terus memberikan kenangan indah yang membekas dan tak kan pernah terhapuskan. Terus terukir dalam benak jiwa setiap jiwa yang melihat ketika sebuah nama tertoreh dan ditancapkan di akhir umur yang telah Allah tetapkan.Di Bumi Allah tercinta.

Bagaimana sebuah nama "Febriarum Rohmatul Hasanah" akan menjadi?

Terimakasih untuk mereka yang disana.
Save Street Child Bandung, We care we share with

Dedication Responsibility Education Attitude Motivation

Jumat, 01 November 2013

PEMUDA KINI


             Pemuda sejatinya adalah penerus bangsa . Pengganti tahta kenegaraan, pemimpin dalam segala aspek kehidupan untuk beberapa tahun kedepan. Sebagai presiden, mentri, gubernur, bupati, kepala desa atau bahkan kepala keluarga. Menjadi seorang kepala keluarga bukan menjadi sesuatu hal yang luar biasa. Bukan se- wah presiden dan jajaranya yang setiap saat tersorot kamera media massa. Namun dari sosok pemimpin keluarga itulah kontribusi terbesar kesejahteraan negeri ini bertumpu. Karena objek dari segala rencana pemimpin pusat adalah setiap jiwa yang ada didalam keluarga.  Semua pastinya akan beregenerasi dengan segala SDM yang dibawa dan dimiliki. Dan mari kita membuka mata dan sejenak berfikir kedepan setelah melihat bagaimana pemuda – pemuda masa kini. Mungkin mereka adalah saudara, teman, adik, cucu atau bahkan kita sendiri.

Bagaimana kacamata Anda melihat pemuda di masa kini?. Kalimat pertama yang terbesit difikiran mungkin ”Ada apa dengan moral mereka, sang penerus bangsa?”. Degradasi moral lebih tepatnya. Moral berkaitan erat dengan etika, perilaku, keadaan hati dan jiwa mereka. Apakah hati dan jiwa mereka sedang “sehat” ataukah “sakit”?. Moral yang sekarang tengah dibawa disetiap jutaan pemuda negri ini pastinya berorientasi kepada apa yang mereka lakukan. Hal – hal apa yang menjadi prioritas mereka dari sekian banyak pilihan “aturan” hidup dimasa muda mereka. Kemanakah hati yang mereka miliki menuntun untuk menentukan arah melangkah. Mudah saja sebenarnya bagaimana cara melihatnya. Kalau hati mereka sedang “sehat” ke hal – hal positiflah mereka berlari, dan sebaliknya ketika hati mereka sedang “sakit”. Dan bagaimana fakta di lapangan?. Pasti kita mengerti, karena hal positif dan negatif tidak bersifat relatif.  

Pemuda dengan jiwa yang  “sehat” dimasa kini menjadi sosok kaum marginal. Mereka yang “sehat” tertutupi oleh mereka yang “sakit” yang kini bercokol menjadi kaum mayoritas. Tak heran jika masyarakat pada umumnya menilai dengan segala fikiran – fikiran negatif, jika disodorkan pertanyaan “bagaimana pemuda Indonesia saat ini?”.  Anarkis, individualis, frontal, sex bebas, foya – foya, dan segala kecaman negative lainya. Memang benar semua itu bisa terlihat jelas. Tak perlu lagi melakukan penelitian ilmiah untuk melihatnya, cukup dengan “melirik”  suguhan - suguhan berita media massa. Mulai dari televisi, koran,  majalah, dan apalah yang sekaum dengan mereka.  Itu lebih dari sekadar kata cukup. Mengapa hal itu bisa terjadi?. Pertanyaan inilah yang sering muncul, dan hanya muncul tapi enggan berfikir dan bertindak untuk menemukan titik penyelesaian.

Coba kita fokuskan sorot kembali ke degradasi moral. Gambaran awalnya, bagaimana keadaan  tubuh seseorang jika kekurangan asupan gizi dan nutrisi. Sakit dan abnormal, mungkin itu jawaban terbanyak yang akan terlontarkan. Ada sistem yang seharusnya berfungsi dengan baik menjadi kurang optimal bekerjanya, atau malah sama sekali tidak berfungsi. Kaku dan tidak bisa digerakkan. Terus apa bedanya dengan robot yang hanya bisa digerakkan orang lain. Dan cobalah gambaran tubuh di atas kita orientasikan kedalam keadaan hati setiap individu. Jangan lupa bahwa hati lebih dari sekadar kata tubuh. Karena hatilah sejatinya yang menjalankan tubuh, bahkan juga otak yang sering kita gunakan untuk berfikir.

Yah, nutrisi dan gizi untuk hati dimasa kini tak lagi diperdulikan. Hanya ilmu – ilmu duniawi yang menjadi prioritas mereka yang menjadi kaum mayoritas. Mereka mengukur masa depan hanya sebatas sampai bagaimana aku setelah lulus pendidikan, bukan bagaimana aku setelah kematian waktunya tiba merenggut. Itu masih mending mau berfikir untuk masa depan keduniaan mereka. Kalau kita lihat sekarang, malah banyak pemuda yang enggan memikirkan masa depan jangka pendek apalagi jangka panjang. Ini masih pemuda yang beruntung bisa mengenyam bangku pendidikan formal, bagaimana yang tidak? Kemanakah mereka melangkahkan kaki muda dan kokoh itu?. Bagaimana keadaan pemuda mayoritas yang tidak bisa bersekolah.

Mencoba menarik kembali benang merah dari kata MORAL. Coba saja moral mereka sehat, pasti tak akan tergoda dengan hal – hal seperti itu. Coba saja mereka tidak terfokuskan hanya pada satu titik yang namanya kebahagiaan dunia. Terlepas dari memihak pilihan beragama setiap individu pemuda Indonesia. Entah pemuda itu muslim atau non muslim. Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Nah, nutrisi dan gizi terbesar untuk hati itu sebenarnya terletak dalam aturan – aturan yang ada didalam setiap agama yang telah menjadi pilihan, pasti. Contohnya dalam Islam, sebenarnya semua masalah – masalah yang terjadi dalam setiap jiwa muslim , solusinya ada dalam Al – Qur’an kitab agama Islam. Agama menyelesaikan semua masalah dengan titik pertama yang dituju pasti “Hati”. Dan begitu pula dengan agama lain. Hanya caranya saja yang berbeda.

Semakin miris ketika melihat fakta yang terjadi di kampus tercinta, mungkin juga di kampus – kampus lain. Mata kuliah Pendidikan Agama hanya ada pada tingkat satu perkuliahan, atau hanya ada di semester 1 dan semester 2 dari delapan semester yang akan dihadapi. Nah, sisa enam semester ini adalah masa yang sebenarnya sangat krusial. Semakin besar beban yang akan di emban, semakin pelik permasalahan yang akan dihadapi. Kekosongan nutrisi ini siapa yang mengisi?. Iya buat mereka yang peka hatinya pasti lari kesana- sini untuk mencari tempat dimana nutrisi dan gizi hati masih bisa terpenuhi. Nah yang tidak bagaimana?. Pertanyaan yang mudah jawabanya, “lebih banyak yang mana? Mecari atau diam dengan seribu bahasa?”.

Sedikit dari yang penulis rasakan. Mengapa diperkuliahan sangat minim mendapatkan motivasi, dorongan, nasehat, wejangan – wejangan dari para dosen. Oke, mungkin dosen menganggap sudah tak perlu lagi diberi hal yang semacam itu, dengan alasan kata “Mahasiswa” yang disandang. Padahal mahasiswa adalah masa peralihan untuk lebih dekat dengan bagaimana merasakan kehidupan yang lebih nyata. Dorongan, motivasi, dan nasehat itu masih perlu disisipkan, mungkin memang kuantitasnya dikurangi, tak sebanyak masa remaja. Karena mahasiswa juga bagian dari pemuda penerus bangsa yang moral mereka harus diluruskan atau bahkan diperbaiki.

Bagaimanakah seharusnya pemuda kini mengorientasikan cara berfikir mereka?. Seharusnya pemuda sekarang memadukan ilmu agama yang penuh dengan nutrisi moral yang baik dengan ilmu dunia untuk mencapai segala obsesi – obsesi dunia mereka. Keseimbangan akan terpenuhi saat moral sehat mendukung ilmu keduniaan yang tengah diemban. Perilaku – perilakunya pun juga pasti berbeda. Tak akan pernah ada lagi kata individualis, anarkis, sex bebas, foya – foya. Yang ada hanya kata kebahagiaan bersama. Semua saling memiiki, saling membantu, dan  gotong royong. Seperti tujuan yang ada dalam pembukaan UUD 45 dan pancasila sebagai dasar Negara. Pemuda seperti itulah yang seharusnya ada. Karena pemuda kini pasti akan menjadi pemimpin Negara Indonesia dimasa datang. Dan kesejahteraan Negara Indonesia dimasa datang ada ditangan pemuda di masa kini. Itu bukan beban tapi itu tanggung jawab seorang Pemuda masa kini. 

Untuk para pemuda negeri yang kaya ini, berperilakulah layaknya seorang pemuda dengan jiwa nasionalis yang selalu terbakar. Orientasikan segala apa yang tengah diemban sekarang hanya untuk negeri tercinta Indonesia. Negeri ini butuh sosok pemimpin yang moral hatinya terpenuhi nutrisi dan gizinya. Jayalah pemuda Indonesia dan jayalah negriku Indonesia.


Oleh :
Febriarum Rohmatul Hasanah
NRP : 13.04.016
1F STKS BANDUNG





Rabu, 30 Oktober 2013

Aku Bahagia Mengenal Kalian !!

Terimakasih buat kalian yang setiap harinya selalu bikin aku tersenyum, tertawa, bahagia, menangis bahagia, menegarkan hari - hari krusialku, dan apalah yang selalu membahagiakan. Aku bersyukur Allah telah menakdirkan hal indah ini. Aku gak pernah berfikir bisa berjalan sejauh ini, aku gak pernah menyangka, sama sekali tak pernah ada disela benak jiwa.

Kalian ISTIMEWA, aku sangat bangga bisa bersama kalian setiap saat. Kalian lebih dari sekedar kata BAHAGIA buat aku.

Bandung memang telah menorehkan banyak cerita. Bandung telah menorehkan banyak rasa. Bandung memberikan aku kejutan. Bandung mengajariku banyak hal, tentang bagaimana aku bersyukur, apa itu hidup, bagaimana seharusnya aku melangkah, apa yang seharusnya seorang Febriarum Rohmatul Hasanah simpan erat dihati untuk diperjuangkan.

Aku menjadi mengerti bagaimana cara mengindahkan kehidupan di dunia yang hanya sementara. Aku lebih memahami bahwa SURGA adalah tempat teriindah yang harus aku dapatkan. Berulang kali dalam BLOG ini aku selalu menuliskan SURGA. Why? karena itu obsesiku terbesarku, wajib hukumnya aku pergi kesana. Aku yakin disana Indaaaahhhh banget. Lebih indah dari Bandung yang aku melihatnya itu indah banget.

Aku gak hanya ingin BAHAGIA didunia bersama kalian. Tapi aku ingin di SURGA juga bersama kalian. Karena aku yakin bersama kalianlah SURGA itu terasa semakin dekat.

Terimakasih Rab-ku, telah mengirimkan mereka.
Hamba mohon, bantu hamba menjaga semua hal ini.
Karena hanya Ridho-Mu lah, titik akhir yang menjadi perjuangan hamba.

Just For You : RTL, MRA, AC, NKA. Kalian berarti dihati, buat sekarang dan selamanya :)