Minggu, 03 November 2013

K A G U M #sosok

Dago Pojok 6/161C Bandung Jawa Barat,

Di postingan ke seratus Blog terkasih ini penulis ingin mengungkapkan rasa kekaguman akan sosok. Siapakah sosok itu? sosok itu adalah mereka semua yang berada disana.

Betapa mereka telah kembali menghujam, dan membuka kedua belah mata hati untuk setidaknya lebih dekat dengan sebuah kata yang sebenarnya sering orang - orang melontarkan ini semua.


B A H A G I A...

Mereka semua mengajariku kebahagiaan yang lebih dari sekadar kata indah. Mereka melatih kepekaan hati yang dititipkan oleh Allah ini.

Aku belajar dari apa yang mereka perjuangan mereka
Aku belajar dari apa yang mereka telah dan sedang fikirkan
Aku belajar dari apa yang mereka berikan
Aku belajar dari apa yang mereka dedikasikan
Aku belajar dari apa yang telah terjadi dalam kehidupan mereka
Aku belajar dari keihklasan mereka

Bukan melulu masalah MATERI, tapi masalah DIRI

Dan dari belajar - belajar itu aku semakin mengenal dan memahami. Seperti apakah sosok yang akan terus memberikan kenangan indah yang membekas dan tak kan pernah terhapuskan. Terus terukir dalam benak jiwa setiap jiwa yang melihat ketika sebuah nama tertoreh dan ditancapkan di akhir umur yang telah Allah tetapkan.Di Bumi Allah tercinta.

Bagaimana sebuah nama "Febriarum Rohmatul Hasanah" akan menjadi?

Terimakasih untuk mereka yang disana.
Save Street Child Bandung, We care we share with

Dedication Responsibility Education Attitude Motivation

Jumat, 01 November 2013

PEMUDA KINI


             Pemuda sejatinya adalah penerus bangsa . Pengganti tahta kenegaraan, pemimpin dalam segala aspek kehidupan untuk beberapa tahun kedepan. Sebagai presiden, mentri, gubernur, bupati, kepala desa atau bahkan kepala keluarga. Menjadi seorang kepala keluarga bukan menjadi sesuatu hal yang luar biasa. Bukan se- wah presiden dan jajaranya yang setiap saat tersorot kamera media massa. Namun dari sosok pemimpin keluarga itulah kontribusi terbesar kesejahteraan negeri ini bertumpu. Karena objek dari segala rencana pemimpin pusat adalah setiap jiwa yang ada didalam keluarga.  Semua pastinya akan beregenerasi dengan segala SDM yang dibawa dan dimiliki. Dan mari kita membuka mata dan sejenak berfikir kedepan setelah melihat bagaimana pemuda – pemuda masa kini. Mungkin mereka adalah saudara, teman, adik, cucu atau bahkan kita sendiri.

Bagaimana kacamata Anda melihat pemuda di masa kini?. Kalimat pertama yang terbesit difikiran mungkin ”Ada apa dengan moral mereka, sang penerus bangsa?”. Degradasi moral lebih tepatnya. Moral berkaitan erat dengan etika, perilaku, keadaan hati dan jiwa mereka. Apakah hati dan jiwa mereka sedang “sehat” ataukah “sakit”?. Moral yang sekarang tengah dibawa disetiap jutaan pemuda negri ini pastinya berorientasi kepada apa yang mereka lakukan. Hal – hal apa yang menjadi prioritas mereka dari sekian banyak pilihan “aturan” hidup dimasa muda mereka. Kemanakah hati yang mereka miliki menuntun untuk menentukan arah melangkah. Mudah saja sebenarnya bagaimana cara melihatnya. Kalau hati mereka sedang “sehat” ke hal – hal positiflah mereka berlari, dan sebaliknya ketika hati mereka sedang “sakit”. Dan bagaimana fakta di lapangan?. Pasti kita mengerti, karena hal positif dan negatif tidak bersifat relatif.  

Pemuda dengan jiwa yang  “sehat” dimasa kini menjadi sosok kaum marginal. Mereka yang “sehat” tertutupi oleh mereka yang “sakit” yang kini bercokol menjadi kaum mayoritas. Tak heran jika masyarakat pada umumnya menilai dengan segala fikiran – fikiran negatif, jika disodorkan pertanyaan “bagaimana pemuda Indonesia saat ini?”.  Anarkis, individualis, frontal, sex bebas, foya – foya, dan segala kecaman negative lainya. Memang benar semua itu bisa terlihat jelas. Tak perlu lagi melakukan penelitian ilmiah untuk melihatnya, cukup dengan “melirik”  suguhan - suguhan berita media massa. Mulai dari televisi, koran,  majalah, dan apalah yang sekaum dengan mereka.  Itu lebih dari sekadar kata cukup. Mengapa hal itu bisa terjadi?. Pertanyaan inilah yang sering muncul, dan hanya muncul tapi enggan berfikir dan bertindak untuk menemukan titik penyelesaian.

Coba kita fokuskan sorot kembali ke degradasi moral. Gambaran awalnya, bagaimana keadaan  tubuh seseorang jika kekurangan asupan gizi dan nutrisi. Sakit dan abnormal, mungkin itu jawaban terbanyak yang akan terlontarkan. Ada sistem yang seharusnya berfungsi dengan baik menjadi kurang optimal bekerjanya, atau malah sama sekali tidak berfungsi. Kaku dan tidak bisa digerakkan. Terus apa bedanya dengan robot yang hanya bisa digerakkan orang lain. Dan cobalah gambaran tubuh di atas kita orientasikan kedalam keadaan hati setiap individu. Jangan lupa bahwa hati lebih dari sekadar kata tubuh. Karena hatilah sejatinya yang menjalankan tubuh, bahkan juga otak yang sering kita gunakan untuk berfikir.

Yah, nutrisi dan gizi untuk hati dimasa kini tak lagi diperdulikan. Hanya ilmu – ilmu duniawi yang menjadi prioritas mereka yang menjadi kaum mayoritas. Mereka mengukur masa depan hanya sebatas sampai bagaimana aku setelah lulus pendidikan, bukan bagaimana aku setelah kematian waktunya tiba merenggut. Itu masih mending mau berfikir untuk masa depan keduniaan mereka. Kalau kita lihat sekarang, malah banyak pemuda yang enggan memikirkan masa depan jangka pendek apalagi jangka panjang. Ini masih pemuda yang beruntung bisa mengenyam bangku pendidikan formal, bagaimana yang tidak? Kemanakah mereka melangkahkan kaki muda dan kokoh itu?. Bagaimana keadaan pemuda mayoritas yang tidak bisa bersekolah.

Mencoba menarik kembali benang merah dari kata MORAL. Coba saja moral mereka sehat, pasti tak akan tergoda dengan hal – hal seperti itu. Coba saja mereka tidak terfokuskan hanya pada satu titik yang namanya kebahagiaan dunia. Terlepas dari memihak pilihan beragama setiap individu pemuda Indonesia. Entah pemuda itu muslim atau non muslim. Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Nah, nutrisi dan gizi terbesar untuk hati itu sebenarnya terletak dalam aturan – aturan yang ada didalam setiap agama yang telah menjadi pilihan, pasti. Contohnya dalam Islam, sebenarnya semua masalah – masalah yang terjadi dalam setiap jiwa muslim , solusinya ada dalam Al – Qur’an kitab agama Islam. Agama menyelesaikan semua masalah dengan titik pertama yang dituju pasti “Hati”. Dan begitu pula dengan agama lain. Hanya caranya saja yang berbeda.

Semakin miris ketika melihat fakta yang terjadi di kampus tercinta, mungkin juga di kampus – kampus lain. Mata kuliah Pendidikan Agama hanya ada pada tingkat satu perkuliahan, atau hanya ada di semester 1 dan semester 2 dari delapan semester yang akan dihadapi. Nah, sisa enam semester ini adalah masa yang sebenarnya sangat krusial. Semakin besar beban yang akan di emban, semakin pelik permasalahan yang akan dihadapi. Kekosongan nutrisi ini siapa yang mengisi?. Iya buat mereka yang peka hatinya pasti lari kesana- sini untuk mencari tempat dimana nutrisi dan gizi hati masih bisa terpenuhi. Nah yang tidak bagaimana?. Pertanyaan yang mudah jawabanya, “lebih banyak yang mana? Mecari atau diam dengan seribu bahasa?”.

Sedikit dari yang penulis rasakan. Mengapa diperkuliahan sangat minim mendapatkan motivasi, dorongan, nasehat, wejangan – wejangan dari para dosen. Oke, mungkin dosen menganggap sudah tak perlu lagi diberi hal yang semacam itu, dengan alasan kata “Mahasiswa” yang disandang. Padahal mahasiswa adalah masa peralihan untuk lebih dekat dengan bagaimana merasakan kehidupan yang lebih nyata. Dorongan, motivasi, dan nasehat itu masih perlu disisipkan, mungkin memang kuantitasnya dikurangi, tak sebanyak masa remaja. Karena mahasiswa juga bagian dari pemuda penerus bangsa yang moral mereka harus diluruskan atau bahkan diperbaiki.

Bagaimanakah seharusnya pemuda kini mengorientasikan cara berfikir mereka?. Seharusnya pemuda sekarang memadukan ilmu agama yang penuh dengan nutrisi moral yang baik dengan ilmu dunia untuk mencapai segala obsesi – obsesi dunia mereka. Keseimbangan akan terpenuhi saat moral sehat mendukung ilmu keduniaan yang tengah diemban. Perilaku – perilakunya pun juga pasti berbeda. Tak akan pernah ada lagi kata individualis, anarkis, sex bebas, foya – foya. Yang ada hanya kata kebahagiaan bersama. Semua saling memiiki, saling membantu, dan  gotong royong. Seperti tujuan yang ada dalam pembukaan UUD 45 dan pancasila sebagai dasar Negara. Pemuda seperti itulah yang seharusnya ada. Karena pemuda kini pasti akan menjadi pemimpin Negara Indonesia dimasa datang. Dan kesejahteraan Negara Indonesia dimasa datang ada ditangan pemuda di masa kini. Itu bukan beban tapi itu tanggung jawab seorang Pemuda masa kini. 

Untuk para pemuda negeri yang kaya ini, berperilakulah layaknya seorang pemuda dengan jiwa nasionalis yang selalu terbakar. Orientasikan segala apa yang tengah diemban sekarang hanya untuk negeri tercinta Indonesia. Negeri ini butuh sosok pemimpin yang moral hatinya terpenuhi nutrisi dan gizinya. Jayalah pemuda Indonesia dan jayalah negriku Indonesia.


Oleh :
Febriarum Rohmatul Hasanah
NRP : 13.04.016
1F STKS BANDUNG





Rabu, 30 Oktober 2013

Aku Bahagia Mengenal Kalian !!

Terimakasih buat kalian yang setiap harinya selalu bikin aku tersenyum, tertawa, bahagia, menangis bahagia, menegarkan hari - hari krusialku, dan apalah yang selalu membahagiakan. Aku bersyukur Allah telah menakdirkan hal indah ini. Aku gak pernah berfikir bisa berjalan sejauh ini, aku gak pernah menyangka, sama sekali tak pernah ada disela benak jiwa.

Kalian ISTIMEWA, aku sangat bangga bisa bersama kalian setiap saat. Kalian lebih dari sekedar kata BAHAGIA buat aku.

Bandung memang telah menorehkan banyak cerita. Bandung telah menorehkan banyak rasa. Bandung memberikan aku kejutan. Bandung mengajariku banyak hal, tentang bagaimana aku bersyukur, apa itu hidup, bagaimana seharusnya aku melangkah, apa yang seharusnya seorang Febriarum Rohmatul Hasanah simpan erat dihati untuk diperjuangkan.

Aku menjadi mengerti bagaimana cara mengindahkan kehidupan di dunia yang hanya sementara. Aku lebih memahami bahwa SURGA adalah tempat teriindah yang harus aku dapatkan. Berulang kali dalam BLOG ini aku selalu menuliskan SURGA. Why? karena itu obsesiku terbesarku, wajib hukumnya aku pergi kesana. Aku yakin disana Indaaaahhhh banget. Lebih indah dari Bandung yang aku melihatnya itu indah banget.

Aku gak hanya ingin BAHAGIA didunia bersama kalian. Tapi aku ingin di SURGA juga bersama kalian. Karena aku yakin bersama kalianlah SURGA itu terasa semakin dekat.

Terimakasih Rab-ku, telah mengirimkan mereka.
Hamba mohon, bantu hamba menjaga semua hal ini.
Karena hanya Ridho-Mu lah, titik akhir yang menjadi perjuangan hamba.

Just For You : RTL, MRA, AC, NKA. Kalian berarti dihati, buat sekarang dan selamanya :)

Selasa, 29 Oktober 2013

LATSAR PB Part II

Wah.. pasti lagi pada nunggu cerita selanjunya ya?. Pada gak bisa tidur, rela2in beberapa hari insomnia buat mantengin gadget masing2. Kalo ditanya nunggu apa? jawabanya adalah nunggu cerita blog ter KECE seantero planet Mars *Blog Istimewa sih wuakkss :D

Okelah.. Tolong bacanya pakek emot keren, bahagia terus ya. karena aku adalah apa yang aku fikirkan. [Bu Teguh si Golden ways]. Next ceritanya kayak gimana? enjoy reads yah :)

Dihari ketiga Latsar PB, tepatnya hari minggu bahagia ceritanya makin kece. Apa aja? Pagi buta shubuh, udah pagi buta subuh pisan, bingung ya? *sama yang nulis juga bingung :D. Pagi2 berangkat dari kontrakan tanpa sarapan terlebih dulu, karena belajar dari pengalaman hari Sabtu yang akunya sarapan sampek perut melembung, yah tujuanya sih biar gak lemes biar Vit, eh ... malah paginya dapet sarapan. Bukan masalah gak suka sama makananya, makananya itu enak, lezat, maknyus dan apalah, cuman, 3 menit makanan di kotak kerdus warna putih itu harus bisa masuk semua ke perut. Terserah caranya kayak gimana, mau perutnya disobek terus kerdus makanan dimasukin, mau langsung ditelen tanpa dikunyah, ya terserah. yang penting itu makanan yang ada didepan mata ABIS BIS BIS! :/.

Nah Shubuh - shubuh mandi dingin, bayangin gimana dinginya air Dago, gimana beratnya tas carir atau tas gunung dengan segala bentuk yang harus masuk didalamnya (Matras, ponco, selimut rumah sakit, sarung, jaket, baju putih, air 1 liter, sendal, peralatan mandi, ibadah dkk). Kalo tanya tasnya segede dan seberat apa. bayangin aja tas carier ukuran 60 liter itu terisi penuh *Oh god :/

Berangkat dengan semangat 45, sampek TKP disuruh apel, setelah apel tau gak disuruh apa? Lari2 *yeaaahhhh.. Next kita2 senam bahagia, terus makan militer yang metode dan tata caranya kayak cerita di atas. *metode2 segala --"

Nah, bagian ini yang bikin rada2 boring, seharusnya gak boleh ya. Tapi gak tau akunya mesti ngantuk pakek buanget *hadehhh. YA materi materi gitu di aula lantai 3. Ya ada baiknya mulai sekarang dibiasakan jadi Good Listeners. Sok ngerasa exited ajalah :D. Kecapekan kali ya *manja :>. Tapi materi terakhir seru kok, masalah pemadaman kalo ada kebakaran. gimana caranya memakai alat warna merah yang sering digantung di dinding2 gedung2 gede. Luar biasa, pemberdayaan itu sangat perlu. Jangan semua digantungin pada petugas pemadam kebakaran. Yang namanya api itu sangat cepat menjalarnya, kurang dari satu menit aja satu kotak ruang bisa terbakar habis ludes tanpa sisa. *BAYANGIN gak mungkin kan abis telfon si pemadam, kurang dari 1 menit udah pada dateng? Dikira Jini oh Jini apa. Mobil butuh perjalanan, iya kalo jaraknya 1 cm gitu bisa, tapi kalau 10 km gimana? Seharusnya para warga tau, gimana caranya sikap awal, apa yang seharusnya dilakukan kalau ada kebakaran. Kebanyakan, warga yang dateng cuman jadi penonton dan penyemangat mengelilingi TKP. Ya bayangin aja kayak suporter yang asyik banget liat TIM Kebanggaan main. *MasyaAllah. Kesadaran, rasa saling memiliki, rasa kegotong royongan itu bener2 diperlakukan. Aku paling salut sama bapak yang ngasih materi. Beliau rela weekendya keganggu buat ngasih ilmu buat kita, Mahasiswa penerus negri tercinta. Beliau selalu siap MATI demi api padam. Sudah merelakan hidupnya buat mengabdi kepada masyarakat. Nah seharusnya kita juga peduli dengan keselamatan diri kita sendiri dan orang lain.

Disela sela kegiatan pasti ada teriakan "SERONG KIRI GRAK", tandanya siap2 deh buat push up. sit up, angkat2 kaki, tengkurap, terlentang, kelesotan, kotor2an.

Sebenarnya semua kejadian2, hal2 yang aku ceritain diatas sama sekali gak bakalan dan gak akan terasa berat, terasa capek, KALAU kita dari awal ngerasa Happy. Ya meskipun gak Happy. Di happy2in ajalah, dibikin ketawa, dibikin have fun, dibikin enjoy, dibikin lucu aja. Gak perlulah dibikin beban pikiran, difikiran udah banyak beban kan? ya udah jangan ditambah2in atuh :D.

Pelajaranya : AKU ADALAH APA YANG AKU FIKIRKAN. Berat tidaknya kehidupan yang sedang dijalani itu relatif kok. Tergantung gimana cara berfikir kita, cara kita menyikapi masalah2 itu. Bukan berarti dibikin happy, terus masalah2 gak perlu diselesaikan, tapi gimana pinter2nya kita mengatasi dan membawa masalah - masalah  itu menjadi Hikmah dan Pelajaran yang berharga. Hidup hanya sekali, lakukan apa yang bisa kita lakukan buat diri sendiri, Negri tercinta, Agama, dan orang lain.

Karena Bahagia Memang Sangat Sederhana :)

Jumat, 25 Oktober 2013

LATSAR PB '13

sedikit ingin berbagi cerita - cerita buat beberapa hari kedepan. ditempat aku kuliah lagi ada latihan dasar penanggulangan bencana *read LATSAR PB. Nah apa itu latsar pb? ya semacam program wajib dari lembaga kampus STKS tercinta. Program wajib sekali seumur menjadi atau mengenyam pendidikan di kampus STKS terkasih.

Terus - terus kapan itu??  *mungkin ada yang sekepo itu pas baca tulisan ini. Masalah kapan ya pasti setiap tahun beda - bedalah tanggalnya, --". :D. Cuman pas angkatan aku jatuh tepat pada tanggal 25 -29 Oktober 2013. Gak perlu liat tanggal, bayangin aja Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa kita - kita *read Mahasiswa, di bantai abis - abisan, disiksa, dianiaya, dicelakai,ahhhh... tidak - tidak, Overlebay itumah. Ya intinya ada pembinaan fisik gitu, biar kita jadi manusia yang SETRONG *aduh ngapak.
Ya berfiir positif ajalah, kalo ntar disuruh push up ya push up aja. disuruh lari, jalan jongkok, jalan terbang, jalan - jalan. Ya lakuin aja. Take it Enjoy. Karena fikiran anda mempengaruhi hasil lapangan. *Katanya.

Realita lapangan kayak gimana? Realitanya belum keliatan. Masih buram dan rasanya juga masih nano - nano gak jelas gitu. Ya karena masih baru ngelewatin hari pertama, yakni pra latsar. ya pembagian kelompok, bikin yel - yel, dapet kaos warna orange baru, dapet pembimbing baru, ketwa - ketawa sama anak - anak. Ya masih dalam taraf kebahagiaan gitulah ceritanya. Entah aa yang terjadi hari ini mah masih belum ngerti.

Hari ini hari kedua latsar pb, berangkat jam 5 subuh. pakai baju baru, celana item, topi kayaktukang kebun, sepatu kets item polos tanpa garis putih, hijau , kuning atau apalah, kaos kaki item polos panjang, bawa ransel yang isinya alat tulis. Bayangin ajalah aku pakek pakaian kayak gitu :D

Semankok Indomie instan rasa Soto ditambah satu butir telur ayam jadi modal latsarku hari ini. Bagaimana kelanjutan ceritanya? Penasaran yaaaaa?? Pantengin aja dinamikaarisfa.blogspot.com. Pasti bakalan ada postingan - postingan cerita cinta latsar pb *eh cerita cerita maksudnya :D

Just Enjoy fo reads,,, :)

#to be continued

S U R G A :)

Satu kata yang menjanjikan ketidakterhinggaan kebahagiaan. Apapun yang didunia ini tak pernah kita dapatkan, Disurgalah Allah SWT menggantinya. Allah Maha Adil, Adil segala galanya. Gak perlu ragu, gak perlu takut untuk terus merajut asa ditengah kehidupan dunia yang kian menyakitkan.


Karena hamba  merasakan kebahagiaan yang Haqiqi saat dekat denganMu.
Just Because of You God :). 

Kamis, 24 Oktober 2013

Save Street Child Bandung

Bersama mereka aku belajar bagaimana seharusnya aku berusaha dan mensyukuri kehidupan ini. Karena Bahagia Memang Sangat Sederhana :).


Minggu, 03 November 2013

K A G U M #sosok

Dago Pojok 6/161C Bandung Jawa Barat,

Di postingan ke seratus Blog terkasih ini penulis ingin mengungkapkan rasa kekaguman akan sosok. Siapakah sosok itu? sosok itu adalah mereka semua yang berada disana.

Betapa mereka telah kembali menghujam, dan membuka kedua belah mata hati untuk setidaknya lebih dekat dengan sebuah kata yang sebenarnya sering orang - orang melontarkan ini semua.


B A H A G I A...

Mereka semua mengajariku kebahagiaan yang lebih dari sekadar kata indah. Mereka melatih kepekaan hati yang dititipkan oleh Allah ini.

Aku belajar dari apa yang mereka perjuangan mereka
Aku belajar dari apa yang mereka telah dan sedang fikirkan
Aku belajar dari apa yang mereka berikan
Aku belajar dari apa yang mereka dedikasikan
Aku belajar dari apa yang telah terjadi dalam kehidupan mereka
Aku belajar dari keihklasan mereka

Bukan melulu masalah MATERI, tapi masalah DIRI

Dan dari belajar - belajar itu aku semakin mengenal dan memahami. Seperti apakah sosok yang akan terus memberikan kenangan indah yang membekas dan tak kan pernah terhapuskan. Terus terukir dalam benak jiwa setiap jiwa yang melihat ketika sebuah nama tertoreh dan ditancapkan di akhir umur yang telah Allah tetapkan.Di Bumi Allah tercinta.

Bagaimana sebuah nama "Febriarum Rohmatul Hasanah" akan menjadi?

Terimakasih untuk mereka yang disana.
Save Street Child Bandung, We care we share with

Dedication Responsibility Education Attitude Motivation

Jumat, 01 November 2013

PEMUDA KINI


             Pemuda sejatinya adalah penerus bangsa . Pengganti tahta kenegaraan, pemimpin dalam segala aspek kehidupan untuk beberapa tahun kedepan. Sebagai presiden, mentri, gubernur, bupati, kepala desa atau bahkan kepala keluarga. Menjadi seorang kepala keluarga bukan menjadi sesuatu hal yang luar biasa. Bukan se- wah presiden dan jajaranya yang setiap saat tersorot kamera media massa. Namun dari sosok pemimpin keluarga itulah kontribusi terbesar kesejahteraan negeri ini bertumpu. Karena objek dari segala rencana pemimpin pusat adalah setiap jiwa yang ada didalam keluarga.  Semua pastinya akan beregenerasi dengan segala SDM yang dibawa dan dimiliki. Dan mari kita membuka mata dan sejenak berfikir kedepan setelah melihat bagaimana pemuda – pemuda masa kini. Mungkin mereka adalah saudara, teman, adik, cucu atau bahkan kita sendiri.

Bagaimana kacamata Anda melihat pemuda di masa kini?. Kalimat pertama yang terbesit difikiran mungkin ”Ada apa dengan moral mereka, sang penerus bangsa?”. Degradasi moral lebih tepatnya. Moral berkaitan erat dengan etika, perilaku, keadaan hati dan jiwa mereka. Apakah hati dan jiwa mereka sedang “sehat” ataukah “sakit”?. Moral yang sekarang tengah dibawa disetiap jutaan pemuda negri ini pastinya berorientasi kepada apa yang mereka lakukan. Hal – hal apa yang menjadi prioritas mereka dari sekian banyak pilihan “aturan” hidup dimasa muda mereka. Kemanakah hati yang mereka miliki menuntun untuk menentukan arah melangkah. Mudah saja sebenarnya bagaimana cara melihatnya. Kalau hati mereka sedang “sehat” ke hal – hal positiflah mereka berlari, dan sebaliknya ketika hati mereka sedang “sakit”. Dan bagaimana fakta di lapangan?. Pasti kita mengerti, karena hal positif dan negatif tidak bersifat relatif.  

Pemuda dengan jiwa yang  “sehat” dimasa kini menjadi sosok kaum marginal. Mereka yang “sehat” tertutupi oleh mereka yang “sakit” yang kini bercokol menjadi kaum mayoritas. Tak heran jika masyarakat pada umumnya menilai dengan segala fikiran – fikiran negatif, jika disodorkan pertanyaan “bagaimana pemuda Indonesia saat ini?”.  Anarkis, individualis, frontal, sex bebas, foya – foya, dan segala kecaman negative lainya. Memang benar semua itu bisa terlihat jelas. Tak perlu lagi melakukan penelitian ilmiah untuk melihatnya, cukup dengan “melirik”  suguhan - suguhan berita media massa. Mulai dari televisi, koran,  majalah, dan apalah yang sekaum dengan mereka.  Itu lebih dari sekadar kata cukup. Mengapa hal itu bisa terjadi?. Pertanyaan inilah yang sering muncul, dan hanya muncul tapi enggan berfikir dan bertindak untuk menemukan titik penyelesaian.

Coba kita fokuskan sorot kembali ke degradasi moral. Gambaran awalnya, bagaimana keadaan  tubuh seseorang jika kekurangan asupan gizi dan nutrisi. Sakit dan abnormal, mungkin itu jawaban terbanyak yang akan terlontarkan. Ada sistem yang seharusnya berfungsi dengan baik menjadi kurang optimal bekerjanya, atau malah sama sekali tidak berfungsi. Kaku dan tidak bisa digerakkan. Terus apa bedanya dengan robot yang hanya bisa digerakkan orang lain. Dan cobalah gambaran tubuh di atas kita orientasikan kedalam keadaan hati setiap individu. Jangan lupa bahwa hati lebih dari sekadar kata tubuh. Karena hatilah sejatinya yang menjalankan tubuh, bahkan juga otak yang sering kita gunakan untuk berfikir.

Yah, nutrisi dan gizi untuk hati dimasa kini tak lagi diperdulikan. Hanya ilmu – ilmu duniawi yang menjadi prioritas mereka yang menjadi kaum mayoritas. Mereka mengukur masa depan hanya sebatas sampai bagaimana aku setelah lulus pendidikan, bukan bagaimana aku setelah kematian waktunya tiba merenggut. Itu masih mending mau berfikir untuk masa depan keduniaan mereka. Kalau kita lihat sekarang, malah banyak pemuda yang enggan memikirkan masa depan jangka pendek apalagi jangka panjang. Ini masih pemuda yang beruntung bisa mengenyam bangku pendidikan formal, bagaimana yang tidak? Kemanakah mereka melangkahkan kaki muda dan kokoh itu?. Bagaimana keadaan pemuda mayoritas yang tidak bisa bersekolah.

Mencoba menarik kembali benang merah dari kata MORAL. Coba saja moral mereka sehat, pasti tak akan tergoda dengan hal – hal seperti itu. Coba saja mereka tidak terfokuskan hanya pada satu titik yang namanya kebahagiaan dunia. Terlepas dari memihak pilihan beragama setiap individu pemuda Indonesia. Entah pemuda itu muslim atau non muslim. Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Nah, nutrisi dan gizi terbesar untuk hati itu sebenarnya terletak dalam aturan – aturan yang ada didalam setiap agama yang telah menjadi pilihan, pasti. Contohnya dalam Islam, sebenarnya semua masalah – masalah yang terjadi dalam setiap jiwa muslim , solusinya ada dalam Al – Qur’an kitab agama Islam. Agama menyelesaikan semua masalah dengan titik pertama yang dituju pasti “Hati”. Dan begitu pula dengan agama lain. Hanya caranya saja yang berbeda.

Semakin miris ketika melihat fakta yang terjadi di kampus tercinta, mungkin juga di kampus – kampus lain. Mata kuliah Pendidikan Agama hanya ada pada tingkat satu perkuliahan, atau hanya ada di semester 1 dan semester 2 dari delapan semester yang akan dihadapi. Nah, sisa enam semester ini adalah masa yang sebenarnya sangat krusial. Semakin besar beban yang akan di emban, semakin pelik permasalahan yang akan dihadapi. Kekosongan nutrisi ini siapa yang mengisi?. Iya buat mereka yang peka hatinya pasti lari kesana- sini untuk mencari tempat dimana nutrisi dan gizi hati masih bisa terpenuhi. Nah yang tidak bagaimana?. Pertanyaan yang mudah jawabanya, “lebih banyak yang mana? Mecari atau diam dengan seribu bahasa?”.

Sedikit dari yang penulis rasakan. Mengapa diperkuliahan sangat minim mendapatkan motivasi, dorongan, nasehat, wejangan – wejangan dari para dosen. Oke, mungkin dosen menganggap sudah tak perlu lagi diberi hal yang semacam itu, dengan alasan kata “Mahasiswa” yang disandang. Padahal mahasiswa adalah masa peralihan untuk lebih dekat dengan bagaimana merasakan kehidupan yang lebih nyata. Dorongan, motivasi, dan nasehat itu masih perlu disisipkan, mungkin memang kuantitasnya dikurangi, tak sebanyak masa remaja. Karena mahasiswa juga bagian dari pemuda penerus bangsa yang moral mereka harus diluruskan atau bahkan diperbaiki.

Bagaimanakah seharusnya pemuda kini mengorientasikan cara berfikir mereka?. Seharusnya pemuda sekarang memadukan ilmu agama yang penuh dengan nutrisi moral yang baik dengan ilmu dunia untuk mencapai segala obsesi – obsesi dunia mereka. Keseimbangan akan terpenuhi saat moral sehat mendukung ilmu keduniaan yang tengah diemban. Perilaku – perilakunya pun juga pasti berbeda. Tak akan pernah ada lagi kata individualis, anarkis, sex bebas, foya – foya. Yang ada hanya kata kebahagiaan bersama. Semua saling memiiki, saling membantu, dan  gotong royong. Seperti tujuan yang ada dalam pembukaan UUD 45 dan pancasila sebagai dasar Negara. Pemuda seperti itulah yang seharusnya ada. Karena pemuda kini pasti akan menjadi pemimpin Negara Indonesia dimasa datang. Dan kesejahteraan Negara Indonesia dimasa datang ada ditangan pemuda di masa kini. Itu bukan beban tapi itu tanggung jawab seorang Pemuda masa kini. 

Untuk para pemuda negeri yang kaya ini, berperilakulah layaknya seorang pemuda dengan jiwa nasionalis yang selalu terbakar. Orientasikan segala apa yang tengah diemban sekarang hanya untuk negeri tercinta Indonesia. Negeri ini butuh sosok pemimpin yang moral hatinya terpenuhi nutrisi dan gizinya. Jayalah pemuda Indonesia dan jayalah negriku Indonesia.


Oleh :
Febriarum Rohmatul Hasanah
NRP : 13.04.016
1F STKS BANDUNG





Rabu, 30 Oktober 2013

Aku Bahagia Mengenal Kalian !!

Terimakasih buat kalian yang setiap harinya selalu bikin aku tersenyum, tertawa, bahagia, menangis bahagia, menegarkan hari - hari krusialku, dan apalah yang selalu membahagiakan. Aku bersyukur Allah telah menakdirkan hal indah ini. Aku gak pernah berfikir bisa berjalan sejauh ini, aku gak pernah menyangka, sama sekali tak pernah ada disela benak jiwa.

Kalian ISTIMEWA, aku sangat bangga bisa bersama kalian setiap saat. Kalian lebih dari sekedar kata BAHAGIA buat aku.

Bandung memang telah menorehkan banyak cerita. Bandung telah menorehkan banyak rasa. Bandung memberikan aku kejutan. Bandung mengajariku banyak hal, tentang bagaimana aku bersyukur, apa itu hidup, bagaimana seharusnya aku melangkah, apa yang seharusnya seorang Febriarum Rohmatul Hasanah simpan erat dihati untuk diperjuangkan.

Aku menjadi mengerti bagaimana cara mengindahkan kehidupan di dunia yang hanya sementara. Aku lebih memahami bahwa SURGA adalah tempat teriindah yang harus aku dapatkan. Berulang kali dalam BLOG ini aku selalu menuliskan SURGA. Why? karena itu obsesiku terbesarku, wajib hukumnya aku pergi kesana. Aku yakin disana Indaaaahhhh banget. Lebih indah dari Bandung yang aku melihatnya itu indah banget.

Aku gak hanya ingin BAHAGIA didunia bersama kalian. Tapi aku ingin di SURGA juga bersama kalian. Karena aku yakin bersama kalianlah SURGA itu terasa semakin dekat.

Terimakasih Rab-ku, telah mengirimkan mereka.
Hamba mohon, bantu hamba menjaga semua hal ini.
Karena hanya Ridho-Mu lah, titik akhir yang menjadi perjuangan hamba.

Just For You : RTL, MRA, AC, NKA. Kalian berarti dihati, buat sekarang dan selamanya :)

Selasa, 29 Oktober 2013

LATSAR PB Part II

Wah.. pasti lagi pada nunggu cerita selanjunya ya?. Pada gak bisa tidur, rela2in beberapa hari insomnia buat mantengin gadget masing2. Kalo ditanya nunggu apa? jawabanya adalah nunggu cerita blog ter KECE seantero planet Mars *Blog Istimewa sih wuakkss :D

Okelah.. Tolong bacanya pakek emot keren, bahagia terus ya. karena aku adalah apa yang aku fikirkan. [Bu Teguh si Golden ways]. Next ceritanya kayak gimana? enjoy reads yah :)

Dihari ketiga Latsar PB, tepatnya hari minggu bahagia ceritanya makin kece. Apa aja? Pagi buta shubuh, udah pagi buta subuh pisan, bingung ya? *sama yang nulis juga bingung :D. Pagi2 berangkat dari kontrakan tanpa sarapan terlebih dulu, karena belajar dari pengalaman hari Sabtu yang akunya sarapan sampek perut melembung, yah tujuanya sih biar gak lemes biar Vit, eh ... malah paginya dapet sarapan. Bukan masalah gak suka sama makananya, makananya itu enak, lezat, maknyus dan apalah, cuman, 3 menit makanan di kotak kerdus warna putih itu harus bisa masuk semua ke perut. Terserah caranya kayak gimana, mau perutnya disobek terus kerdus makanan dimasukin, mau langsung ditelen tanpa dikunyah, ya terserah. yang penting itu makanan yang ada didepan mata ABIS BIS BIS! :/.

Nah Shubuh - shubuh mandi dingin, bayangin gimana dinginya air Dago, gimana beratnya tas carir atau tas gunung dengan segala bentuk yang harus masuk didalamnya (Matras, ponco, selimut rumah sakit, sarung, jaket, baju putih, air 1 liter, sendal, peralatan mandi, ibadah dkk). Kalo tanya tasnya segede dan seberat apa. bayangin aja tas carier ukuran 60 liter itu terisi penuh *Oh god :/

Berangkat dengan semangat 45, sampek TKP disuruh apel, setelah apel tau gak disuruh apa? Lari2 *yeaaahhhh.. Next kita2 senam bahagia, terus makan militer yang metode dan tata caranya kayak cerita di atas. *metode2 segala --"

Nah, bagian ini yang bikin rada2 boring, seharusnya gak boleh ya. Tapi gak tau akunya mesti ngantuk pakek buanget *hadehhh. YA materi materi gitu di aula lantai 3. Ya ada baiknya mulai sekarang dibiasakan jadi Good Listeners. Sok ngerasa exited ajalah :D. Kecapekan kali ya *manja :>. Tapi materi terakhir seru kok, masalah pemadaman kalo ada kebakaran. gimana caranya memakai alat warna merah yang sering digantung di dinding2 gedung2 gede. Luar biasa, pemberdayaan itu sangat perlu. Jangan semua digantungin pada petugas pemadam kebakaran. Yang namanya api itu sangat cepat menjalarnya, kurang dari satu menit aja satu kotak ruang bisa terbakar habis ludes tanpa sisa. *BAYANGIN gak mungkin kan abis telfon si pemadam, kurang dari 1 menit udah pada dateng? Dikira Jini oh Jini apa. Mobil butuh perjalanan, iya kalo jaraknya 1 cm gitu bisa, tapi kalau 10 km gimana? Seharusnya para warga tau, gimana caranya sikap awal, apa yang seharusnya dilakukan kalau ada kebakaran. Kebanyakan, warga yang dateng cuman jadi penonton dan penyemangat mengelilingi TKP. Ya bayangin aja kayak suporter yang asyik banget liat TIM Kebanggaan main. *MasyaAllah. Kesadaran, rasa saling memiliki, rasa kegotong royongan itu bener2 diperlakukan. Aku paling salut sama bapak yang ngasih materi. Beliau rela weekendya keganggu buat ngasih ilmu buat kita, Mahasiswa penerus negri tercinta. Beliau selalu siap MATI demi api padam. Sudah merelakan hidupnya buat mengabdi kepada masyarakat. Nah seharusnya kita juga peduli dengan keselamatan diri kita sendiri dan orang lain.

Disela sela kegiatan pasti ada teriakan "SERONG KIRI GRAK", tandanya siap2 deh buat push up. sit up, angkat2 kaki, tengkurap, terlentang, kelesotan, kotor2an.

Sebenarnya semua kejadian2, hal2 yang aku ceritain diatas sama sekali gak bakalan dan gak akan terasa berat, terasa capek, KALAU kita dari awal ngerasa Happy. Ya meskipun gak Happy. Di happy2in ajalah, dibikin ketawa, dibikin have fun, dibikin enjoy, dibikin lucu aja. Gak perlulah dibikin beban pikiran, difikiran udah banyak beban kan? ya udah jangan ditambah2in atuh :D.

Pelajaranya : AKU ADALAH APA YANG AKU FIKIRKAN. Berat tidaknya kehidupan yang sedang dijalani itu relatif kok. Tergantung gimana cara berfikir kita, cara kita menyikapi masalah2 itu. Bukan berarti dibikin happy, terus masalah2 gak perlu diselesaikan, tapi gimana pinter2nya kita mengatasi dan membawa masalah - masalah  itu menjadi Hikmah dan Pelajaran yang berharga. Hidup hanya sekali, lakukan apa yang bisa kita lakukan buat diri sendiri, Negri tercinta, Agama, dan orang lain.

Karena Bahagia Memang Sangat Sederhana :)

Jumat, 25 Oktober 2013

LATSAR PB '13

sedikit ingin berbagi cerita - cerita buat beberapa hari kedepan. ditempat aku kuliah lagi ada latihan dasar penanggulangan bencana *read LATSAR PB. Nah apa itu latsar pb? ya semacam program wajib dari lembaga kampus STKS tercinta. Program wajib sekali seumur menjadi atau mengenyam pendidikan di kampus STKS terkasih.

Terus - terus kapan itu??  *mungkin ada yang sekepo itu pas baca tulisan ini. Masalah kapan ya pasti setiap tahun beda - bedalah tanggalnya, --". :D. Cuman pas angkatan aku jatuh tepat pada tanggal 25 -29 Oktober 2013. Gak perlu liat tanggal, bayangin aja Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa kita - kita *read Mahasiswa, di bantai abis - abisan, disiksa, dianiaya, dicelakai,ahhhh... tidak - tidak, Overlebay itumah. Ya intinya ada pembinaan fisik gitu, biar kita jadi manusia yang SETRONG *aduh ngapak.
Ya berfiir positif ajalah, kalo ntar disuruh push up ya push up aja. disuruh lari, jalan jongkok, jalan terbang, jalan - jalan. Ya lakuin aja. Take it Enjoy. Karena fikiran anda mempengaruhi hasil lapangan. *Katanya.

Realita lapangan kayak gimana? Realitanya belum keliatan. Masih buram dan rasanya juga masih nano - nano gak jelas gitu. Ya karena masih baru ngelewatin hari pertama, yakni pra latsar. ya pembagian kelompok, bikin yel - yel, dapet kaos warna orange baru, dapet pembimbing baru, ketwa - ketawa sama anak - anak. Ya masih dalam taraf kebahagiaan gitulah ceritanya. Entah aa yang terjadi hari ini mah masih belum ngerti.

Hari ini hari kedua latsar pb, berangkat jam 5 subuh. pakai baju baru, celana item, topi kayaktukang kebun, sepatu kets item polos tanpa garis putih, hijau , kuning atau apalah, kaos kaki item polos panjang, bawa ransel yang isinya alat tulis. Bayangin ajalah aku pakek pakaian kayak gitu :D

Semankok Indomie instan rasa Soto ditambah satu butir telur ayam jadi modal latsarku hari ini. Bagaimana kelanjutan ceritanya? Penasaran yaaaaa?? Pantengin aja dinamikaarisfa.blogspot.com. Pasti bakalan ada postingan - postingan cerita cinta latsar pb *eh cerita cerita maksudnya :D

Just Enjoy fo reads,,, :)

#to be continued

S U R G A :)

Satu kata yang menjanjikan ketidakterhinggaan kebahagiaan. Apapun yang didunia ini tak pernah kita dapatkan, Disurgalah Allah SWT menggantinya. Allah Maha Adil, Adil segala galanya. Gak perlu ragu, gak perlu takut untuk terus merajut asa ditengah kehidupan dunia yang kian menyakitkan.


Karena hamba  merasakan kebahagiaan yang Haqiqi saat dekat denganMu.
Just Because of You God :). 

Kamis, 24 Oktober 2013

Save Street Child Bandung

Bersama mereka aku belajar bagaimana seharusnya aku berusaha dan mensyukuri kehidupan ini. Karena Bahagia Memang Sangat Sederhana :).