Selasa, 19 Agustus 2014

Special for You Rume :



Api takkan pernah padam dengan api, keep yr heart me. Allah yang lebih tahu kamu bukan mereka {}

Me, yang tegar yaa. Inilah proses Allah, endingnya indah kok nanti, sabar buat nunggu keindahan itu yaa. Perbaiki diri. Nggak boleh dendam sama siapapun. Karena kita semua saudara. dan Tetaplah dijalan Allah.

Loves You Allah {}

Rangkaian Kata



Hai readers setia, bagaimanakah kabar kalian sekarang? Jazallahukhoiron katsir ya dear {}
Pagi ini penulis sedang ngerjain tugas kampus nih, dan pas muter sebuah lagu rasanya penulis nggk bisa berkutik apa2 ini hati. hanya air mata yang jatuh.
Apa lagunya? Lagu siapa? Ini lagu terkenal, lagunya opik judulnya TAUBAT. Pas bangetlah sama penulis.
Selamat membaca :”)
Wahai Tuhan jauh sudah lelah kaki melangkah
Aku hilang tanpa arah rindu hati sinarMu
Wahai Tuhan aku lemah hina berlumur noda
Hapuskanlah terangilah jiwa dihitam jalanku
Ampunkanlah aku terimalah taubatku
Sesungguhnya Engkau
Sang Maha pengampun dosa
Ya Rabbi ijinkanlah aku kembali padaMu
Meski mungkin takkan sempurna aku sebagai hambaMu
Ampunkanlah aku, terimalah taubatku sesengguhnya Engkau
Sang Maha pengampun dosa
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali kembali
Dan meski tak layak sujud padaMu
Ampunkanlah aku, terimalah taubatku
sesunguhnya Engkau Sang Maha Pengampun dosa
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali padaMu

Ya Allah ya Tuhanku, maafkan hambaMu yang sangat hina ini, :’’


29/159D 07.50

CORAT - CORET SAJA



[untuk tulisan ini jangan diambil serius ya ges]

Hai para readers blogku tercinta, gimana nih kabarnya? Baik, sehat, galau atau biasa saja? Hahaha. Well its not a big problem, jalani saja apa adaya. Biarkanlah semuanya mengalir seperti air. Ya meskipun agak ssedikit gimana gitu ya.

Berbicara masalah kabar, pasti hari ini ada yang lagi seneng, sedih, bahkan galau. Dan tingkatanyapun juga beda – beda mas bro mbak bro.
Bicara masalah galau, penulis juga sedang di landa galau super duper maksimal nih, haha. Masalahnya apa? Ada dehh. Dan rasa galau yang ada di hati itu ternyata efeknya lebih dahsyat daripada ledakan gunung merapinya mbah marijan loh! Hahaha
Sakitnya tuh disini, [sambil nunjuk hati], tapi sebenernya yang kerasa sakit itu di jidad alias otak. Kalau pas lagi galau otak udah kayak bubur sumsum basi aja nih, haha. Nggak lah becanda.
Rutinitas galau itu diem aja, makan nggak nafsu, tidur nggak nyenyak, mikir nggk bisa jernih, segalanya jadi nggak enaklah. Pokoknya nggak enak!! Penulis nggak mau lagi ngerasainya.
Kok jadi curhat? Solusinya dong!!!!!!! Iye2 bentar.
Solusinya ya curhat ke sahabat yang emang bener2 bisa dipercaya. Siapakah itu? Kepada Tuhan YME. Itu yag pertama harus curhat kepadaNya. And next terserah dah mau curhat kesiapa aja, ya yang penting orang – orang terdekat yang bisa ngeluarin lulu pade dari jurang pedih kegalauan. Bisa enyak babe sahabat tukang bakso, tukang tahu tek, atau nyewa pak Mario teguh. Everyone lah!!!

Hahahaha, untuk tulisan kali ini cukup sekian ajalah yaa.
Yaaa, hidup ini proses, nggk manis mulu ges, enak banget lu dapet manis mulu, ya sekali – kali lah pait sepet kayak kopi dicampur sama luwaknya. Haha.

Sudah2 jangan galau2 ya ges, lanjutkan langkah, percayalah “innallaha ma’ana”. Allah itu Maha so Sweet. Kalau kita deket sama Allah, ya pasti Allah ngasih kita hidup yang endingnya so sweet2 gitu deh ges.

Oke cukup sekian dan terimakasih, lanjutkan langkah, jalan masih panjang, sepanjang cintaku padaMu :’)

BERBAGI



Tak asing di telinga kita pastinya, yah berbagi. Dengan kata dasar “bagi” dan mendapatkan imbuhan “ber”  ini memiliki banyak sekali pemahaman yang ketika kata tersebut digerakkan oleh salah satu organ tubuh bernama hati, the different taste  will be gotten.
Berbagi itu bisa dilakukan oleh siapa saja, all of people. Tanpa pandang bulu siapa mereka, mau yang cantik, ganteng, jelek, kaya, miskin, pintar, bodoh, apalagi antara orang mancung atau pesek :D. pun tak perlu dengan hal yang terlalu muluk – muluk. Berbagi itu adalah hal sangat sederhana, yang bisa menerjemahkan curahan benak jiwa kepada orang lain tanpa harus berkata. Sederhana? Iya sangat sederhana. Karena hanya dengan memberikan senyuman tulus dari hati, kita bisa berbagi kebahagian dengan siapa saja yang kita kehendaki. Tapi ingat, harus dengan ketulusan. Kenapa? Karena ketulusan itu datangnya dari hati. segala sesuatu yang datangnya dari hati pasti akan sampai ke hati [pula]. Indah memang karena tujuan berbagi adalah untuk mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman. Dimanakah ketentraman itu berada? Di dalam hati siapapun yang menginginkannya, so siapapun yang ingin mendapatkan ketentraman dan kedamaian lakukanlah semua hal yang ada di kehidupan ini menggunakan hati.
Kebahagiaan itu bisa dikatakan sebuah candu. Kenapa bisa dibilang candu? Jawabanya simple saja sebenarnya. Siapa sih di dunia ini yang tidak mau hidup bahagia? Great answer right? :)
Nah karena berbagi adalah salah satu dari sekian ribu cara untuk mendapatkan kebahagiaan maka berbagi juga bisa menimbulkan candu. Seperti halnya nikotin, tar dan teman – temanya. Awalnya berbagi hanya lewat senyuman, karena merasa kurang puas terus meningkta lewat materi, terus meningkat lewat aksi, terus dan terus meningkat.
Berbagi juga merupakan ladang pahala yang saya yakin setiap agama mengajarkanya. So orientasinya itu nan jauh ke depan. Banyak hal yang akan kita dapatkan dari berbagi. Anda ingin merasakan apa saja hal itu? Ayoo segera erbagi dengan hati. dan rasakan sensasinya.

Hanya sekadar ingin berbagi rasa, tiada niat untuk meriakkan diri.
FRH, 14 Agustus 2014 07.45 WIB

FIRE and WATER



Salah satu tanda kekuasaan_Nya adalah ketika Allah menciptakan api. Ya, api untuk melengkapi segala kesempurnaan ciptaanNya. Berbicara tentang api, seperti yang kita tahu api itu panas. Dan mungkin untuk sebagian orang api adalah hal yang patut untuk diwaspadai. Api yang kapasitasnya sesuai dengan yang dibutuhkan pastinya sangat bermanfaat, namun sebaliknya ketika api itu terlalu melebihi kebutuhan alhasil dampak buruklah yang pastinya didapat. Yah, api ini bisa untuk apa saja.
Seperti Firman Allah yang terlampir begitu megahnya
QS Yaa Siin 36 : 36
“Maha suci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasangan – pasangan, baik apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang mereka tidak ketahui.”
Seperti terjemah di atas, Allah tak menciptkan api itu sendirian. Allah menciptakan air untuk membuat alam ini seimbang dan penuh dengan kesempurnaan.
Api dan air itu bisa kita jadikan muhasabah diri. Api yang panas itu bisa diibaratkan emosi yang ada dalam diri manusia. Semua manusia mempunyainya karena itu adalah hal yang wajar, itu takdir Allah SWT yang selalu luarbiasa untuk kehidupan ini. Dan alangkah indahnya dunia dan kehidupan ini ketika kita semua saling menyadari keberadaan hal – hal yang mungkin hanya terlihat kecil. Sama halnya ketika ada orang lain yang mungkin sedang marah, membenci, atau apalah yang semacamnya kepada diri kita, tak perlulah kita membalasnya dengan amarah dan kebencian pula. Api hanya akan melemah kala air datang. Senyuman, kebaikan, rasa sabar, ikhlas, dan do’a adalah akhlaq – akhlaq mulia yang Allah titipkan untuk meredam emosi yang meluap. Sulit? Iya memang sulit, namun ketika semua hal ataupun perbuatan  yang kita lakukan dilandasi karena ke-Ridhoan-Nya, insyaAllah selalu ada jalan untuk memecahkan segala kesuntukan yang sedang mendera fikiran dan hati manusia. Dengan cintaNya yang selalu hadir tak perlulah ragu untuk memohon jalan indah dalam melanjutkan langkah. Meminta maaf entah dalam posisi benar ataupun salah, kemudian selalu mendo’akan agar orang yang selalu membenci kita segera mendapatkan hidayahNya yang indah.
Seperti halnya islam mengajari kehidupan ini untuk tidak saling beradu kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan. Ya memang cara itu bisa – bisa saja di tempuh manakala tidak ada jalan lain selain itu. Tapi seperti yang kita semua tahu kalau Allah itu tidak pernah tidur, mintalah jalan hanya kepadaNya.
Layaknya api dan air penulis akan mencoba melanjutkan hidup yang rasanya sedikit mulai terasa goncanganya. But, Allah itu sesuai prasangka mahluknya, :”.
Loves You God, Engkau selalu memberikan jalan hidup yang senantiasa menuaikan hikmah indah disetiap dera nafas ini. Engkau yang selalu hamba kagumi di pagi siang dan petang. Atas segala RidhoMu hamba berjalan pulang.
Wahai Engkau Cahaya hidupku, tuntun hamba untuk selalu bertemu dengan mahluk2Mu yang penuh dengan hikmah.
Terimakasih Engkau telah mengizinkan hamba hidup selama 19 tahun ini, izinkan pula hati hamba untuk senantiasa terpaut dalam cintaMu.
Amin :’’

----tiada niat untuk menggurui ataupun meria’kan diri, hanya ingin berbagi kisah hidup yang jauh dari kata baik, apalagi SEMPURNA.
FRH, Caruban 12 Agustus 2014.

Rabu, 07 Mei 2014

This One

A

Part

Of

Memory




A

Part 

Of 

History

Selasa, 19 Agustus 2014

Special for You Rume :



Api takkan pernah padam dengan api, keep yr heart me. Allah yang lebih tahu kamu bukan mereka {}

Me, yang tegar yaa. Inilah proses Allah, endingnya indah kok nanti, sabar buat nunggu keindahan itu yaa. Perbaiki diri. Nggak boleh dendam sama siapapun. Karena kita semua saudara. dan Tetaplah dijalan Allah.

Loves You Allah {}

Rangkaian Kata



Hai readers setia, bagaimanakah kabar kalian sekarang? Jazallahukhoiron katsir ya dear {}
Pagi ini penulis sedang ngerjain tugas kampus nih, dan pas muter sebuah lagu rasanya penulis nggk bisa berkutik apa2 ini hati. hanya air mata yang jatuh.
Apa lagunya? Lagu siapa? Ini lagu terkenal, lagunya opik judulnya TAUBAT. Pas bangetlah sama penulis.
Selamat membaca :”)
Wahai Tuhan jauh sudah lelah kaki melangkah
Aku hilang tanpa arah rindu hati sinarMu
Wahai Tuhan aku lemah hina berlumur noda
Hapuskanlah terangilah jiwa dihitam jalanku
Ampunkanlah aku terimalah taubatku
Sesungguhnya Engkau
Sang Maha pengampun dosa
Ya Rabbi ijinkanlah aku kembali padaMu
Meski mungkin takkan sempurna aku sebagai hambaMu
Ampunkanlah aku, terimalah taubatku sesengguhnya Engkau
Sang Maha pengampun dosa
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali kembali
Dan meski tak layak sujud padaMu
Ampunkanlah aku, terimalah taubatku
sesunguhnya Engkau Sang Maha Pengampun dosa
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali padaMu

Ya Allah ya Tuhanku, maafkan hambaMu yang sangat hina ini, :’’


29/159D 07.50

CORAT - CORET SAJA



[untuk tulisan ini jangan diambil serius ya ges]

Hai para readers blogku tercinta, gimana nih kabarnya? Baik, sehat, galau atau biasa saja? Hahaha. Well its not a big problem, jalani saja apa adaya. Biarkanlah semuanya mengalir seperti air. Ya meskipun agak ssedikit gimana gitu ya.

Berbicara masalah kabar, pasti hari ini ada yang lagi seneng, sedih, bahkan galau. Dan tingkatanyapun juga beda – beda mas bro mbak bro.
Bicara masalah galau, penulis juga sedang di landa galau super duper maksimal nih, haha. Masalahnya apa? Ada dehh. Dan rasa galau yang ada di hati itu ternyata efeknya lebih dahsyat daripada ledakan gunung merapinya mbah marijan loh! Hahaha
Sakitnya tuh disini, [sambil nunjuk hati], tapi sebenernya yang kerasa sakit itu di jidad alias otak. Kalau pas lagi galau otak udah kayak bubur sumsum basi aja nih, haha. Nggak lah becanda.
Rutinitas galau itu diem aja, makan nggak nafsu, tidur nggak nyenyak, mikir nggk bisa jernih, segalanya jadi nggak enaklah. Pokoknya nggak enak!! Penulis nggak mau lagi ngerasainya.
Kok jadi curhat? Solusinya dong!!!!!!! Iye2 bentar.
Solusinya ya curhat ke sahabat yang emang bener2 bisa dipercaya. Siapakah itu? Kepada Tuhan YME. Itu yag pertama harus curhat kepadaNya. And next terserah dah mau curhat kesiapa aja, ya yang penting orang – orang terdekat yang bisa ngeluarin lulu pade dari jurang pedih kegalauan. Bisa enyak babe sahabat tukang bakso, tukang tahu tek, atau nyewa pak Mario teguh. Everyone lah!!!

Hahahaha, untuk tulisan kali ini cukup sekian ajalah yaa.
Yaaa, hidup ini proses, nggk manis mulu ges, enak banget lu dapet manis mulu, ya sekali – kali lah pait sepet kayak kopi dicampur sama luwaknya. Haha.

Sudah2 jangan galau2 ya ges, lanjutkan langkah, percayalah “innallaha ma’ana”. Allah itu Maha so Sweet. Kalau kita deket sama Allah, ya pasti Allah ngasih kita hidup yang endingnya so sweet2 gitu deh ges.

Oke cukup sekian dan terimakasih, lanjutkan langkah, jalan masih panjang, sepanjang cintaku padaMu :’)

BERBAGI



Tak asing di telinga kita pastinya, yah berbagi. Dengan kata dasar “bagi” dan mendapatkan imbuhan “ber”  ini memiliki banyak sekali pemahaman yang ketika kata tersebut digerakkan oleh salah satu organ tubuh bernama hati, the different taste  will be gotten.
Berbagi itu bisa dilakukan oleh siapa saja, all of people. Tanpa pandang bulu siapa mereka, mau yang cantik, ganteng, jelek, kaya, miskin, pintar, bodoh, apalagi antara orang mancung atau pesek :D. pun tak perlu dengan hal yang terlalu muluk – muluk. Berbagi itu adalah hal sangat sederhana, yang bisa menerjemahkan curahan benak jiwa kepada orang lain tanpa harus berkata. Sederhana? Iya sangat sederhana. Karena hanya dengan memberikan senyuman tulus dari hati, kita bisa berbagi kebahagian dengan siapa saja yang kita kehendaki. Tapi ingat, harus dengan ketulusan. Kenapa? Karena ketulusan itu datangnya dari hati. segala sesuatu yang datangnya dari hati pasti akan sampai ke hati [pula]. Indah memang karena tujuan berbagi adalah untuk mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman. Dimanakah ketentraman itu berada? Di dalam hati siapapun yang menginginkannya, so siapapun yang ingin mendapatkan ketentraman dan kedamaian lakukanlah semua hal yang ada di kehidupan ini menggunakan hati.
Kebahagiaan itu bisa dikatakan sebuah candu. Kenapa bisa dibilang candu? Jawabanya simple saja sebenarnya. Siapa sih di dunia ini yang tidak mau hidup bahagia? Great answer right? :)
Nah karena berbagi adalah salah satu dari sekian ribu cara untuk mendapatkan kebahagiaan maka berbagi juga bisa menimbulkan candu. Seperti halnya nikotin, tar dan teman – temanya. Awalnya berbagi hanya lewat senyuman, karena merasa kurang puas terus meningkta lewat materi, terus meningkat lewat aksi, terus dan terus meningkat.
Berbagi juga merupakan ladang pahala yang saya yakin setiap agama mengajarkanya. So orientasinya itu nan jauh ke depan. Banyak hal yang akan kita dapatkan dari berbagi. Anda ingin merasakan apa saja hal itu? Ayoo segera erbagi dengan hati. dan rasakan sensasinya.

Hanya sekadar ingin berbagi rasa, tiada niat untuk meriakkan diri.
FRH, 14 Agustus 2014 07.45 WIB

FIRE and WATER



Salah satu tanda kekuasaan_Nya adalah ketika Allah menciptakan api. Ya, api untuk melengkapi segala kesempurnaan ciptaanNya. Berbicara tentang api, seperti yang kita tahu api itu panas. Dan mungkin untuk sebagian orang api adalah hal yang patut untuk diwaspadai. Api yang kapasitasnya sesuai dengan yang dibutuhkan pastinya sangat bermanfaat, namun sebaliknya ketika api itu terlalu melebihi kebutuhan alhasil dampak buruklah yang pastinya didapat. Yah, api ini bisa untuk apa saja.
Seperti Firman Allah yang terlampir begitu megahnya
QS Yaa Siin 36 : 36
“Maha suci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasangan – pasangan, baik apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang mereka tidak ketahui.”
Seperti terjemah di atas, Allah tak menciptkan api itu sendirian. Allah menciptakan air untuk membuat alam ini seimbang dan penuh dengan kesempurnaan.
Api dan air itu bisa kita jadikan muhasabah diri. Api yang panas itu bisa diibaratkan emosi yang ada dalam diri manusia. Semua manusia mempunyainya karena itu adalah hal yang wajar, itu takdir Allah SWT yang selalu luarbiasa untuk kehidupan ini. Dan alangkah indahnya dunia dan kehidupan ini ketika kita semua saling menyadari keberadaan hal – hal yang mungkin hanya terlihat kecil. Sama halnya ketika ada orang lain yang mungkin sedang marah, membenci, atau apalah yang semacamnya kepada diri kita, tak perlulah kita membalasnya dengan amarah dan kebencian pula. Api hanya akan melemah kala air datang. Senyuman, kebaikan, rasa sabar, ikhlas, dan do’a adalah akhlaq – akhlaq mulia yang Allah titipkan untuk meredam emosi yang meluap. Sulit? Iya memang sulit, namun ketika semua hal ataupun perbuatan  yang kita lakukan dilandasi karena ke-Ridhoan-Nya, insyaAllah selalu ada jalan untuk memecahkan segala kesuntukan yang sedang mendera fikiran dan hati manusia. Dengan cintaNya yang selalu hadir tak perlulah ragu untuk memohon jalan indah dalam melanjutkan langkah. Meminta maaf entah dalam posisi benar ataupun salah, kemudian selalu mendo’akan agar orang yang selalu membenci kita segera mendapatkan hidayahNya yang indah.
Seperti halnya islam mengajari kehidupan ini untuk tidak saling beradu kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan. Ya memang cara itu bisa – bisa saja di tempuh manakala tidak ada jalan lain selain itu. Tapi seperti yang kita semua tahu kalau Allah itu tidak pernah tidur, mintalah jalan hanya kepadaNya.
Layaknya api dan air penulis akan mencoba melanjutkan hidup yang rasanya sedikit mulai terasa goncanganya. But, Allah itu sesuai prasangka mahluknya, :”.
Loves You God, Engkau selalu memberikan jalan hidup yang senantiasa menuaikan hikmah indah disetiap dera nafas ini. Engkau yang selalu hamba kagumi di pagi siang dan petang. Atas segala RidhoMu hamba berjalan pulang.
Wahai Engkau Cahaya hidupku, tuntun hamba untuk selalu bertemu dengan mahluk2Mu yang penuh dengan hikmah.
Terimakasih Engkau telah mengizinkan hamba hidup selama 19 tahun ini, izinkan pula hati hamba untuk senantiasa terpaut dalam cintaMu.
Amin :’’

----tiada niat untuk menggurui ataupun meria’kan diri, hanya ingin berbagi kisah hidup yang jauh dari kata baik, apalagi SEMPURNA.
FRH, Caruban 12 Agustus 2014.