Rabu, 11 September 2013

DO'AKAN SAYA :)

jum'at besok, tepatnya tanggal 13 September 2013 ada selesksi jurnalistik kampus nih.. wah... bismillah :). dan ini essay yang bakalan aku ajuin ke panitia :

*enjoy reads yah :D




WHO AM I?
Delapan belas tahun silam saya dilahirkan didunia ini oleh seorang ibu yang super hebat, tepatnya pada tangga 27 Februari 1995. Dengan nama lengkap Febriarum Rohmatul Hasanah, tapi dengan memanggil Febri saya rasa sudah cukup untuk sekedar bertegur sapa atau bercerita. Saya berasal dari sebuahkota yang terkenal dengan kereta, brem dan pecel yah Madiun East Java. Dago pojok  6/161C dan 1F lah sekarang saksi bisu perantauan kedua saya diumulai.
Kalau ditanya bagaimanakah diri saya?  saya akan menjawab sekaligus dengan bakat yang saya miliki. Karena menurut saya antara kepribadian dengan bakat pastilah ada korelasinya, entah sedikit atau banyak. 1. Saya adalah seorang pekerja keras dalam segala aspek pilihan hidup yang telah saya pilih, mulai dari be a professional social worker, UKM bahasa sampai dunia tulis menulis.  kenapa?  Karena saya gak pernah ingin menyia – nyiakan waktu yang saya punya, dengan totalitaslah semua akan berakhir dengan manis, namun berdo’a dan selalu dekat dengan Sang Pencipta adalah sesuatu hal yang Haq harus ada. Totalitas dan kerja keras secara otomatis merangsang fikiran dan diri kita untuk berkembang. Karena pada dasarnya semua orang memiliki bakat2 luar biasa, problemnya bisa gak diri manusia itu merasakan dan mengembangkan bakatnya.  2. selalu ingin tahu apa yang belum saya tahu terutama dalam dunia tulis menulis tentunya. Kenapa? Karena saya selalu berfikir bahwa pengetahuan atau ilmu tidak akan pernah didapat hanya dengan berdiam diri dan menunggu. Kitalah yang mendatangi ilmu, bukan ilmu yang mencari kita. Karena pada dasarnya yang membutuhkan ilmu adalah kita bukan ilmu yang membutuhkan kita. 3. Saya suka berorganisasi, senang dengan kebersamaan. Kenapa lagi? Karena mau tidak mau interaksi social setiap hari pasti terjadi. Dengan siapapun itu. Dengan berorganisasi kita selalu saling berukar fikiran, itulah salah satu jalan menambah dan memperbaiki diri masing2. Itulah kenapa saya memilih journalist discussion. 4. Saya sangat sangat suka dengan dunia membaca dan menulis.
Alasanya, dengan  menulis daya ingat seseorang tentang suatu hal itu lebih bisa terjamin, ada bentuk nyata yang bisa terlihat dan selalu membuat kita ingat. Saat semua hal terekam lewat tulisan  dan saya membaca ulang apa yang telah saya tulis saya akan lebih memahami bagaimanakah saya, apa yang tengah terjadi dan bagaimana seharusnya saya dengan semua hal ini, jika itu berkaitan dengan hal sehari2 yang terjadi. Lewat tulisan kita bisa berbagi dengan sesama, dan ini bisa dijadikan ladang amal. *nice way. Contohnya banyak orang yang terinspirasi dari sebuah tuisan, bukan hanya terinspirasi, tapi dunia mereka bisa berubah dengan tulisan. Lihat para penulis buku motivasi bisa mempengaruhi semangat juang para pembaca. Atau ketika saja sebuah kalimat diberikan “ orang gagal punya banyak alasan, tapi orang sukses punya banyak upaya”, dapat dipastikan secara tidak langsung tulisan ini berefek dalam fikiranya implementasinya adalah pada perilaku. *simple think.
Hobby menulis yang saya punya tak hanya saya diamkan, ditingkat SMA saya aktif di organisasi jurnalistik atau menjadi seorang kuli tinta. 3 majalah terbit dari angkatan saya waktu itu. Dan itu bukan sesuatu yang mudah. Banyak suka duka, tapi akhirnya sangat manis. Dari tulisan kami yang sering dibuang ditong sampah, dijadikan alas duduk, dijadikan alas gorengan, cemooh yang langsung terdengar telinga. Hingga kami terus berfikir dimana letak kesalahan kami. Dan akhirnya pujian seantero rakyat SMA dan pimpinan kami dapatkan itu adalah cerita yang lebih dari sekedar indah. Saya pernah study konteks ke koran jawa pos besar di Surabaya. Saling sharing suka duka menjadi seorang Journalist. Selain di organisasi saya juga menorehkan tulisan saya diblog yang saya punya. Dinamikaarisfa.blogspot.com, ada cerita harian, cerpen, motivasi2 dan lain – lain. Selain itu saya juga menorehkan tulisan saya di sebuah buku diary. Saya juga menorehkan cinta saya dengan menulis lewat mading kamar yang saya buat sendiri, yang selalu mengngatkan saya setiap saat. Big dream saya adalah tulisan saya bisa termuat disalah satu koran kota Bandung.
Itulah sekedar apa yang saya ketahui tentang diri dan kehidupan saya. LIFE IS A CHOICE, Hidup adalah pilihan kata mereka orang2 bijak. Dan atas segala kebijakan hati yang saya miliki, febri memilih mewujudkan si “Big Dream” dan menjadi kuli tinta bersama KABAR KAMPUS DAGO 367 . Sangat bangga jika saya bisa menjadi bagian dari keluarga besar kabar kampus dago 367. *Terimakasih J

bagaimana? masih acak2 an sih.. hehe. but this is a process, something happiness will come soon. amiiinn :) 

Selasa, 10 September 2013

hoping you never know

something lost for today, again again again.

Senin, 09 September 2013

Cerita yang selalu indah :)

 aku, miteh, moeng2, ndit
 Adel, aku, nenel, de en




meski hati lagi terpecah *asekkk... kalok bareng2 mah tetep bkalan bahagia

SMA Darul Ulum 1, Jombang East Java in memories :))

Minggu, 08 September 2013

Gasibu Bandung :)


at Gedung Sate Bandung Febri, Anti, sukma yeaahh




gak ada yang perlu banyak di deskripsikan. hari ini, 8 september 2013. hari yang indah pagi yang ceria

#gak alay kok :D tapi rada Lebay

Gak Perlu Ragu Part III

Dan dari semua kisah hingga mengantarkan jasad dan jiwaku berlabuh disini. dikota seribu kisah indah. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. banyak orang yang menganggapnya STIKES, banyak yang bilang kerjanya cuman ngobok2 air comberan, tukang buku yang seharusnya pengetahuanya luas malah bilang lulusanya bakalan jadi ibu - ibu PKK *Nyesekkk :(.

Dan silahkan anda menilai semua sendiri lewat Hymne STKS. silahkan anda mentafsirkan sendiri apa itu STKS Bandung =>


Mereka kehilangan kasih
Mereka yang kehilangan arah
Mereka-mereka yang tersisih
Mereka saudara kita

Mentari tak bersinar padanya
Rembulan tak tersenyum padanya
Dan angin mengusapkan harapan
Mimpinya itulah miliknya

Dalam suka-duka mereka
Terpaut suka-duka kami
Dan sejahtera mereka
Adalah cita-cita kami..

Semoga bakti kami
Civitas akademika Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial
Selalu dalam limpahan ridho-Nya..

Dan sebenarnya Bahagia itu sederhana. Open Your Eyes Open Your Mind :)

HIDUP ADALAH PROSES
HIDUP ADALAH BELAJAR
TANPA ADA BATAS UMUR
TANPA ADA KATA TUA

JATUH BERDIRI LAGI
KALAH MENCOBA LAGI
GAGAL BANGKIT LAGI
NEVER GIVE UP!!!
SAMPAI ALLAH BERKATA 
WAKTUNYA PULANG

gak perlu lagi ada keraguan atas segala janji janji indahNya. SURGA euy! siapa sih orang waras yang nolak. apapun yang kita mau ada disana. bisa bertemu dengan Rosululloh, Allah, para sahabat, para wali, para mujahid2 Islam. bahagia dan bersyukur menjadi bagian dari Beliau. Bismillah. . . . .  

Hanya Atas segala RidhoMu Rabku hamba memohon..

Rabu, 04 September 2013

Gak Perlu ragu Part II

Namun kenyatan pahit, dan sangat pahit harus ditelan oleh ludahku. dan rasa pahit itu menjalar kesetiap ujung saraf tubuhku. tepatnya pada tanggal 24 Mei nomor USM ku tak tercantum di PDF pengumuman stis tahap pertama.. 340298 ini nomor ujianku dengan 34 adalah kode daerah tempat aku melakukan ujian. Surabya yang pernah menjadi saksi bisu air mata menets ditempat aku ujian. betapa hancurnya hatiku kala itu. betapa hampa terasa hidup ini. DOWN. gak tau sama sekali arah kemana aku harus melanjutkan kapal layarku. hancurlah semuanya, mulai dari kakak2 yang aku ingin temui, GBK, Senayan, blog2 keren yang gak pernah aku tinggalin setiap hari, puluhan folder tentang stis dilaptopku, ratusan asoal yang setiap hari aku pecahkan, kebahagiaan orangtuaku, Rohis stis, masjid hasanah stis, jalan otista jakarta timur, angkatan 55. semua itu berada diatas awan. jauh semakin terbang karena badai hitam datang menerpa. kegagalan di SNMPTN undangan tanggal 31 mei menambah pahit lidah ini. jiwaku sakit. aku gak tau harus kemanakah selanjutnya kaki ini berpijak.

rasa bingung bertambah saat aku ngerasa gak pernah belajar untuk SBMPTN (seleksi tulis PTN). keyakinan untuk bisa mengejakanya 0%. aku memutuskan untuk mendaftarkan a.n. Febriarum Rohmatul Hasanah ke 4 tempat seleksi. SPMB UIN Surabaya. SBMPTN, STKS, STAN. Dan darisinilah semua hikmah seperti menceruat kepermukaan. dan serasa aku dibangunkan dari kegelisahan tiada ujung. Doaku yang tak pernah putus disetiap sholat wajib dan sunnah seperti terjawab. terjawab dengan cara Allah. mulai dari menjadi reward TO terbaik SPMB, aku diterima di 3 jalur yang aku ikut tesnya. penerima beasiswa prestasi + ada TID disitu. aku berfikir. Allah telah meluruskan segala jalanku. dan akhirnya aku menjatuhkan pilihan untuk menimba ilmu di Seolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung.

Namun dari tanggal 19 agustus ak menginjakkan kaki di kota kembang ini. aku mersa ada sesuatu yang hilang. aku seperti orang yang tak tau harus kemana aku besok. apa target hidupku selanjutnya. kemanakah aku nanti. bingung. fikiran terkadang masih melayang ke mimpi yang dulu

*bersambung....

Gak Perlu Ragu (PART I)

dan setelah sekian bulan pasca peristiwa menyakitkan itu, hari ini detik ini aku beranikan diriku, aku bener2 niatkan dalam hati untuk membagikan kisah hidupku yang selama ini belum aku torehkan lewat sebuah tulisan. lewat beberapa paragraf di sebuah implementasi teknologi maya.  ya seperti janjikan dulu. tiga tahun lalu, tepat saat aku sedang mengenyam ilmu dibangku Sekolah Menengah Atas Darul Ulum 1 Jombang. aku dulu pernah berjanji, insyaAllah ntar kalok udah lulus dan ketrima di PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) "itu" aku share gimana aku berjuang buat ngedapetin semuanya. Absolutely this one is a nice way. 

Namun, cerita lain lah yang timbul. cerita atau kisah lain yang kini sedang aku jalani. Nyata, setiap hari aku lakuin. cuman entah gak tau kenapa. like something wrong happened. Dan aku dibingungkan oleh perasaan itu. hingga aku berfikir, "ADA APA DENGAN AKU INI".

THIS IS MY STORY >>>
3 years ago, tepatnya pas aku lagi kelas 1 SMA, ada berbagai kecamuk dihatiku. Itu masa dimana hatiku mengakui segala minusnya kelakuan tingkat sekolah menengah pertamaku. gimana aku yang dulu gak deket dengan Sang Pencipta. aku sholat 5 waktu, tapi rasa memiliki Rab dengan 99 Asmaul Husna itu hampir2 tidak ada. parahnya puasa sunnah dalam islam, puasa senin kamis dengan sejuta kemanfaatan dan keberkahan, hati ini menolak. aku hanya berfikir sebatas otak. tak pernah memikirkanya dengan akal yang aku punya. kemudian aku merenung. apa bedanya aku dengan hewan. apa bedanya aku dengan mereka yang hidupnya memilih untuk berkomunis.

hingga suatu ketika, nasehat ibuku untuk mencoba melanjutkan belajar di sebuah pondok pesantren. entah kenapa  tanpa berfikir dua atau tiga kali. aku langsung mengiyakan. padahal selama aku duduk dibangku sekolah menengah pertama, aku paling gak suka sama anak pesantren. mindstreem ku, : mereka kuno, mereka gak berpendidikan, mereka gak pernah bisa up date segalanya yang baru di bumi ini, hanya ngaji kerjaanya. bad thingking itu seperti hilang, gak tau kemana dia pergi. hingga akhirnya aku memutuskan untuk memilih salah satu ponpes ( pondok pesantren) di Jombang. Pondok Pesantren DARUL ULUM. 



Darul Ulum, lumbung ilmu artinya. dengan jargonya. "Berotak London, Berakhlaq Masjidil Haram". Disinilah aku menemukan jati diriku yang sebenarnya. Siapakah aku, darimanakah aku, bagaimana seharusnya aku, dan kemanakah aku nanti. dan semua pertanyaan itu terjawab di Darul Ulum. bukan lewat sebuah teori,yang menjelaskan bagaimana 1 + 1 = 2. tapi lewat sebuah proses, lewat sebuah waktu. dimana dengan sendirinya aku mengerti. dimana dengan sendirinya hati ini seperti terobati dari penyakit ganas. hati yang dulunya keras dan panas, berubah menjadi lunak dan terasa sejuk. aku belajar dari apa yang aku lihat. dan hingga aku memahamibetapa HIKMAH itu sebenarnya setiap hari ada dari hal sekecil apapun. Namun permasalahnya BISAKAH KITA MERASAKANYA?. contoh kecil : pulang sekolah ngeliat tukang becak  tidur diatas becaknya. siang hari bolong, panas, gak pernah malu. Miris gak sih? simple aja mikirnya. gimana kalok sekarang semua diputar. posisinya kita jadi tukang becak itu. Bo'ong banget kalo kita bilang ALLAH GAK ADIL. QS Ar Rahman " Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". pada dasarnya semua orang itu beruntung, hanya saja masalahnya. seberapa besar hati itu bisa peka dengan segala kejadian yang dengan mudahnya mata mengobservasi segala objek kehidupan. Darul Ulum lah yang mengubah semua kehidupan kelamku. kehidupan yang gak pernah merasa aku bahagia. gak pernah tahu kemanakah seharusnya aku melabuh. jadi buang jauh2 kalau anda berfikir anak pondok pesantren itu gak pernah bisa berkembang dan ketinggalan zaman. malah seharusnya yang bilang itulah yang kroscek, sudah luruskah hidupnya. Buktinya prestasi anak pondok pesantren banyak yang sudah mencapai ranah internasional. sebuah pesantren membekali hidup agar tak pernah merasa sendiri dengan seberapa besarpun masalah yang sedang terjadi. karena Innallaha Ma'ana. 

Dan disinilah aku mulai mencari dan merajut mimpi. Hingga aku memutuskan untuk memilih Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). STIS jadi mimpi besarku setiap hari. sasaran tembak yang setiap hari aku menyusun rencana. bagaimana caranya peluruku berlabuh di kampus itu. saat semua pertanyaa berkecamuk : kenapa harus memilih STIS kalok ingin menjadi seorang Statistisi (sebutan orang yang bergulat didunia statistik). diantara deretan PTK yang aku cari lewat Google. hatiku memilih STIS. mengapa? selain memang karena sekolah gratis, tiap bulan dapet tujangan ikatan dinas. lulus langsung jadi PNS golongan IIIA, langsung ada tempat yang menampung. terlepas dari itu semua. ada hal mendasar yang membuat hatiku memilih STIS. karena karakter para mahasiswa yang ada di stis semuanya RELIGIUS. entah beragama islam ataupun non- islam, mereka semua berbeda dimataku. karena yang aku pertaruhkan untuk masa depanku bukan hanya sekedar harta, tapi kedekatanku dengan Sang Pencipta. aku merasa sangat takut kehilangan hal itu.  itulah yang mendasariku untuk bisa bergabung dengan mereka. karena stis *salah satunya semangatku untuk belajar setiap hari gak pernah padam. hingga sekecil apapun berita tentang stis aku tahu. dari siapa yang meninggal, lagi apa disana. aku tahu. stis bukan hanya mimpiku, tapi mimpi kedua orang tuaku. dan karena kebahagiaan orang tualah aku berjuang untuk mendapatkan STIS. mulai dari membagi waktu belaja untuk sekolah, oganisasi, dan USM STIS. dan aku akhirnya memilih waktu ba'da tahajud untuk belajar segala jenis soal2 USM stis. disepertiga malam itulah aku memahami. disaat yang lain masih tertidur pulas aku membolak - balk kertas yang hampir kumel. gimana aku harus berjuang untuk mempelajari Grammer Bhs. Inggris. rasa jenuh yang datang tiap kali belajar aku hapus dengan teriakan dalam hati "MAN JADDA WAJADA, INGET MIMPIMU, ADA BIRU DIUJUNG PELANGI !!" dengan mudahnya semangat itu kembali membara bak percikan api yang disiram minyak tanah. hampir juga aku tak pernah meninggal sunah2 Islam yang lain. Because of the happiness of my parrents. 

*Bersambung...

Rabu, 11 September 2013

DO'AKAN SAYA :)

jum'at besok, tepatnya tanggal 13 September 2013 ada selesksi jurnalistik kampus nih.. wah... bismillah :). dan ini essay yang bakalan aku ajuin ke panitia :

*enjoy reads yah :D




WHO AM I?
Delapan belas tahun silam saya dilahirkan didunia ini oleh seorang ibu yang super hebat, tepatnya pada tangga 27 Februari 1995. Dengan nama lengkap Febriarum Rohmatul Hasanah, tapi dengan memanggil Febri saya rasa sudah cukup untuk sekedar bertegur sapa atau bercerita. Saya berasal dari sebuahkota yang terkenal dengan kereta, brem dan pecel yah Madiun East Java. Dago pojok  6/161C dan 1F lah sekarang saksi bisu perantauan kedua saya diumulai.
Kalau ditanya bagaimanakah diri saya?  saya akan menjawab sekaligus dengan bakat yang saya miliki. Karena menurut saya antara kepribadian dengan bakat pastilah ada korelasinya, entah sedikit atau banyak. 1. Saya adalah seorang pekerja keras dalam segala aspek pilihan hidup yang telah saya pilih, mulai dari be a professional social worker, UKM bahasa sampai dunia tulis menulis.  kenapa?  Karena saya gak pernah ingin menyia – nyiakan waktu yang saya punya, dengan totalitaslah semua akan berakhir dengan manis, namun berdo’a dan selalu dekat dengan Sang Pencipta adalah sesuatu hal yang Haq harus ada. Totalitas dan kerja keras secara otomatis merangsang fikiran dan diri kita untuk berkembang. Karena pada dasarnya semua orang memiliki bakat2 luar biasa, problemnya bisa gak diri manusia itu merasakan dan mengembangkan bakatnya.  2. selalu ingin tahu apa yang belum saya tahu terutama dalam dunia tulis menulis tentunya. Kenapa? Karena saya selalu berfikir bahwa pengetahuan atau ilmu tidak akan pernah didapat hanya dengan berdiam diri dan menunggu. Kitalah yang mendatangi ilmu, bukan ilmu yang mencari kita. Karena pada dasarnya yang membutuhkan ilmu adalah kita bukan ilmu yang membutuhkan kita. 3. Saya suka berorganisasi, senang dengan kebersamaan. Kenapa lagi? Karena mau tidak mau interaksi social setiap hari pasti terjadi. Dengan siapapun itu. Dengan berorganisasi kita selalu saling berukar fikiran, itulah salah satu jalan menambah dan memperbaiki diri masing2. Itulah kenapa saya memilih journalist discussion. 4. Saya sangat sangat suka dengan dunia membaca dan menulis.
Alasanya, dengan  menulis daya ingat seseorang tentang suatu hal itu lebih bisa terjamin, ada bentuk nyata yang bisa terlihat dan selalu membuat kita ingat. Saat semua hal terekam lewat tulisan  dan saya membaca ulang apa yang telah saya tulis saya akan lebih memahami bagaimanakah saya, apa yang tengah terjadi dan bagaimana seharusnya saya dengan semua hal ini, jika itu berkaitan dengan hal sehari2 yang terjadi. Lewat tulisan kita bisa berbagi dengan sesama, dan ini bisa dijadikan ladang amal. *nice way. Contohnya banyak orang yang terinspirasi dari sebuah tuisan, bukan hanya terinspirasi, tapi dunia mereka bisa berubah dengan tulisan. Lihat para penulis buku motivasi bisa mempengaruhi semangat juang para pembaca. Atau ketika saja sebuah kalimat diberikan “ orang gagal punya banyak alasan, tapi orang sukses punya banyak upaya”, dapat dipastikan secara tidak langsung tulisan ini berefek dalam fikiranya implementasinya adalah pada perilaku. *simple think.
Hobby menulis yang saya punya tak hanya saya diamkan, ditingkat SMA saya aktif di organisasi jurnalistik atau menjadi seorang kuli tinta. 3 majalah terbit dari angkatan saya waktu itu. Dan itu bukan sesuatu yang mudah. Banyak suka duka, tapi akhirnya sangat manis. Dari tulisan kami yang sering dibuang ditong sampah, dijadikan alas duduk, dijadikan alas gorengan, cemooh yang langsung terdengar telinga. Hingga kami terus berfikir dimana letak kesalahan kami. Dan akhirnya pujian seantero rakyat SMA dan pimpinan kami dapatkan itu adalah cerita yang lebih dari sekedar indah. Saya pernah study konteks ke koran jawa pos besar di Surabaya. Saling sharing suka duka menjadi seorang Journalist. Selain di organisasi saya juga menorehkan tulisan saya diblog yang saya punya. Dinamikaarisfa.blogspot.com, ada cerita harian, cerpen, motivasi2 dan lain – lain. Selain itu saya juga menorehkan tulisan saya di sebuah buku diary. Saya juga menorehkan cinta saya dengan menulis lewat mading kamar yang saya buat sendiri, yang selalu mengngatkan saya setiap saat. Big dream saya adalah tulisan saya bisa termuat disalah satu koran kota Bandung.
Itulah sekedar apa yang saya ketahui tentang diri dan kehidupan saya. LIFE IS A CHOICE, Hidup adalah pilihan kata mereka orang2 bijak. Dan atas segala kebijakan hati yang saya miliki, febri memilih mewujudkan si “Big Dream” dan menjadi kuli tinta bersama KABAR KAMPUS DAGO 367 . Sangat bangga jika saya bisa menjadi bagian dari keluarga besar kabar kampus dago 367. *Terimakasih J

bagaimana? masih acak2 an sih.. hehe. but this is a process, something happiness will come soon. amiiinn :) 

Senin, 09 September 2013

Cerita yang selalu indah :)

 aku, miteh, moeng2, ndit
 Adel, aku, nenel, de en




meski hati lagi terpecah *asekkk... kalok bareng2 mah tetep bkalan bahagia

SMA Darul Ulum 1, Jombang East Java in memories :))

Minggu, 08 September 2013

Gasibu Bandung :)


at Gedung Sate Bandung Febri, Anti, sukma yeaahh




gak ada yang perlu banyak di deskripsikan. hari ini, 8 september 2013. hari yang indah pagi yang ceria

#gak alay kok :D tapi rada Lebay

Gak Perlu Ragu Part III

Dan dari semua kisah hingga mengantarkan jasad dan jiwaku berlabuh disini. dikota seribu kisah indah. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. banyak orang yang menganggapnya STIKES, banyak yang bilang kerjanya cuman ngobok2 air comberan, tukang buku yang seharusnya pengetahuanya luas malah bilang lulusanya bakalan jadi ibu - ibu PKK *Nyesekkk :(.

Dan silahkan anda menilai semua sendiri lewat Hymne STKS. silahkan anda mentafsirkan sendiri apa itu STKS Bandung =>


Mereka kehilangan kasih
Mereka yang kehilangan arah
Mereka-mereka yang tersisih
Mereka saudara kita

Mentari tak bersinar padanya
Rembulan tak tersenyum padanya
Dan angin mengusapkan harapan
Mimpinya itulah miliknya

Dalam suka-duka mereka
Terpaut suka-duka kami
Dan sejahtera mereka
Adalah cita-cita kami..

Semoga bakti kami
Civitas akademika Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial
Selalu dalam limpahan ridho-Nya..

Dan sebenarnya Bahagia itu sederhana. Open Your Eyes Open Your Mind :)

HIDUP ADALAH PROSES
HIDUP ADALAH BELAJAR
TANPA ADA BATAS UMUR
TANPA ADA KATA TUA

JATUH BERDIRI LAGI
KALAH MENCOBA LAGI
GAGAL BANGKIT LAGI
NEVER GIVE UP!!!
SAMPAI ALLAH BERKATA 
WAKTUNYA PULANG

gak perlu lagi ada keraguan atas segala janji janji indahNya. SURGA euy! siapa sih orang waras yang nolak. apapun yang kita mau ada disana. bisa bertemu dengan Rosululloh, Allah, para sahabat, para wali, para mujahid2 Islam. bahagia dan bersyukur menjadi bagian dari Beliau. Bismillah. . . . .  

Hanya Atas segala RidhoMu Rabku hamba memohon..

Rabu, 04 September 2013

Gak Perlu ragu Part II

Namun kenyatan pahit, dan sangat pahit harus ditelan oleh ludahku. dan rasa pahit itu menjalar kesetiap ujung saraf tubuhku. tepatnya pada tanggal 24 Mei nomor USM ku tak tercantum di PDF pengumuman stis tahap pertama.. 340298 ini nomor ujianku dengan 34 adalah kode daerah tempat aku melakukan ujian. Surabya yang pernah menjadi saksi bisu air mata menets ditempat aku ujian. betapa hancurnya hatiku kala itu. betapa hampa terasa hidup ini. DOWN. gak tau sama sekali arah kemana aku harus melanjutkan kapal layarku. hancurlah semuanya, mulai dari kakak2 yang aku ingin temui, GBK, Senayan, blog2 keren yang gak pernah aku tinggalin setiap hari, puluhan folder tentang stis dilaptopku, ratusan asoal yang setiap hari aku pecahkan, kebahagiaan orangtuaku, Rohis stis, masjid hasanah stis, jalan otista jakarta timur, angkatan 55. semua itu berada diatas awan. jauh semakin terbang karena badai hitam datang menerpa. kegagalan di SNMPTN undangan tanggal 31 mei menambah pahit lidah ini. jiwaku sakit. aku gak tau harus kemanakah selanjutnya kaki ini berpijak.

rasa bingung bertambah saat aku ngerasa gak pernah belajar untuk SBMPTN (seleksi tulis PTN). keyakinan untuk bisa mengejakanya 0%. aku memutuskan untuk mendaftarkan a.n. Febriarum Rohmatul Hasanah ke 4 tempat seleksi. SPMB UIN Surabaya. SBMPTN, STKS, STAN. Dan darisinilah semua hikmah seperti menceruat kepermukaan. dan serasa aku dibangunkan dari kegelisahan tiada ujung. Doaku yang tak pernah putus disetiap sholat wajib dan sunnah seperti terjawab. terjawab dengan cara Allah. mulai dari menjadi reward TO terbaik SPMB, aku diterima di 3 jalur yang aku ikut tesnya. penerima beasiswa prestasi + ada TID disitu. aku berfikir. Allah telah meluruskan segala jalanku. dan akhirnya aku menjatuhkan pilihan untuk menimba ilmu di Seolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung.

Namun dari tanggal 19 agustus ak menginjakkan kaki di kota kembang ini. aku mersa ada sesuatu yang hilang. aku seperti orang yang tak tau harus kemana aku besok. apa target hidupku selanjutnya. kemanakah aku nanti. bingung. fikiran terkadang masih melayang ke mimpi yang dulu

*bersambung....

Gak Perlu Ragu (PART I)

dan setelah sekian bulan pasca peristiwa menyakitkan itu, hari ini detik ini aku beranikan diriku, aku bener2 niatkan dalam hati untuk membagikan kisah hidupku yang selama ini belum aku torehkan lewat sebuah tulisan. lewat beberapa paragraf di sebuah implementasi teknologi maya.  ya seperti janjikan dulu. tiga tahun lalu, tepat saat aku sedang mengenyam ilmu dibangku Sekolah Menengah Atas Darul Ulum 1 Jombang. aku dulu pernah berjanji, insyaAllah ntar kalok udah lulus dan ketrima di PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) "itu" aku share gimana aku berjuang buat ngedapetin semuanya. Absolutely this one is a nice way. 

Namun, cerita lain lah yang timbul. cerita atau kisah lain yang kini sedang aku jalani. Nyata, setiap hari aku lakuin. cuman entah gak tau kenapa. like something wrong happened. Dan aku dibingungkan oleh perasaan itu. hingga aku berfikir, "ADA APA DENGAN AKU INI".

THIS IS MY STORY >>>
3 years ago, tepatnya pas aku lagi kelas 1 SMA, ada berbagai kecamuk dihatiku. Itu masa dimana hatiku mengakui segala minusnya kelakuan tingkat sekolah menengah pertamaku. gimana aku yang dulu gak deket dengan Sang Pencipta. aku sholat 5 waktu, tapi rasa memiliki Rab dengan 99 Asmaul Husna itu hampir2 tidak ada. parahnya puasa sunnah dalam islam, puasa senin kamis dengan sejuta kemanfaatan dan keberkahan, hati ini menolak. aku hanya berfikir sebatas otak. tak pernah memikirkanya dengan akal yang aku punya. kemudian aku merenung. apa bedanya aku dengan hewan. apa bedanya aku dengan mereka yang hidupnya memilih untuk berkomunis.

hingga suatu ketika, nasehat ibuku untuk mencoba melanjutkan belajar di sebuah pondok pesantren. entah kenapa  tanpa berfikir dua atau tiga kali. aku langsung mengiyakan. padahal selama aku duduk dibangku sekolah menengah pertama, aku paling gak suka sama anak pesantren. mindstreem ku, : mereka kuno, mereka gak berpendidikan, mereka gak pernah bisa up date segalanya yang baru di bumi ini, hanya ngaji kerjaanya. bad thingking itu seperti hilang, gak tau kemana dia pergi. hingga akhirnya aku memutuskan untuk memilih salah satu ponpes ( pondok pesantren) di Jombang. Pondok Pesantren DARUL ULUM. 



Darul Ulum, lumbung ilmu artinya. dengan jargonya. "Berotak London, Berakhlaq Masjidil Haram". Disinilah aku menemukan jati diriku yang sebenarnya. Siapakah aku, darimanakah aku, bagaimana seharusnya aku, dan kemanakah aku nanti. dan semua pertanyaan itu terjawab di Darul Ulum. bukan lewat sebuah teori,yang menjelaskan bagaimana 1 + 1 = 2. tapi lewat sebuah proses, lewat sebuah waktu. dimana dengan sendirinya aku mengerti. dimana dengan sendirinya hati ini seperti terobati dari penyakit ganas. hati yang dulunya keras dan panas, berubah menjadi lunak dan terasa sejuk. aku belajar dari apa yang aku lihat. dan hingga aku memahamibetapa HIKMAH itu sebenarnya setiap hari ada dari hal sekecil apapun. Namun permasalahnya BISAKAH KITA MERASAKANYA?. contoh kecil : pulang sekolah ngeliat tukang becak  tidur diatas becaknya. siang hari bolong, panas, gak pernah malu. Miris gak sih? simple aja mikirnya. gimana kalok sekarang semua diputar. posisinya kita jadi tukang becak itu. Bo'ong banget kalo kita bilang ALLAH GAK ADIL. QS Ar Rahman " Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". pada dasarnya semua orang itu beruntung, hanya saja masalahnya. seberapa besar hati itu bisa peka dengan segala kejadian yang dengan mudahnya mata mengobservasi segala objek kehidupan. Darul Ulum lah yang mengubah semua kehidupan kelamku. kehidupan yang gak pernah merasa aku bahagia. gak pernah tahu kemanakah seharusnya aku melabuh. jadi buang jauh2 kalau anda berfikir anak pondok pesantren itu gak pernah bisa berkembang dan ketinggalan zaman. malah seharusnya yang bilang itulah yang kroscek, sudah luruskah hidupnya. Buktinya prestasi anak pondok pesantren banyak yang sudah mencapai ranah internasional. sebuah pesantren membekali hidup agar tak pernah merasa sendiri dengan seberapa besarpun masalah yang sedang terjadi. karena Innallaha Ma'ana. 

Dan disinilah aku mulai mencari dan merajut mimpi. Hingga aku memutuskan untuk memilih Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). STIS jadi mimpi besarku setiap hari. sasaran tembak yang setiap hari aku menyusun rencana. bagaimana caranya peluruku berlabuh di kampus itu. saat semua pertanyaa berkecamuk : kenapa harus memilih STIS kalok ingin menjadi seorang Statistisi (sebutan orang yang bergulat didunia statistik). diantara deretan PTK yang aku cari lewat Google. hatiku memilih STIS. mengapa? selain memang karena sekolah gratis, tiap bulan dapet tujangan ikatan dinas. lulus langsung jadi PNS golongan IIIA, langsung ada tempat yang menampung. terlepas dari itu semua. ada hal mendasar yang membuat hatiku memilih STIS. karena karakter para mahasiswa yang ada di stis semuanya RELIGIUS. entah beragama islam ataupun non- islam, mereka semua berbeda dimataku. karena yang aku pertaruhkan untuk masa depanku bukan hanya sekedar harta, tapi kedekatanku dengan Sang Pencipta. aku merasa sangat takut kehilangan hal itu.  itulah yang mendasariku untuk bisa bergabung dengan mereka. karena stis *salah satunya semangatku untuk belajar setiap hari gak pernah padam. hingga sekecil apapun berita tentang stis aku tahu. dari siapa yang meninggal, lagi apa disana. aku tahu. stis bukan hanya mimpiku, tapi mimpi kedua orang tuaku. dan karena kebahagiaan orang tualah aku berjuang untuk mendapatkan STIS. mulai dari membagi waktu belaja untuk sekolah, oganisasi, dan USM STIS. dan aku akhirnya memilih waktu ba'da tahajud untuk belajar segala jenis soal2 USM stis. disepertiga malam itulah aku memahami. disaat yang lain masih tertidur pulas aku membolak - balk kertas yang hampir kumel. gimana aku harus berjuang untuk mempelajari Grammer Bhs. Inggris. rasa jenuh yang datang tiap kali belajar aku hapus dengan teriakan dalam hati "MAN JADDA WAJADA, INGET MIMPIMU, ADA BIRU DIUJUNG PELANGI !!" dengan mudahnya semangat itu kembali membara bak percikan api yang disiram minyak tanah. hampir juga aku tak pernah meninggal sunah2 Islam yang lain. Because of the happiness of my parrents. 

*Bersambung...