Senin, 09 September 2013

Cerita yang selalu indah :)

 aku, miteh, moeng2, ndit
 Adel, aku, nenel, de en




meski hati lagi terpecah *asekkk... kalok bareng2 mah tetep bkalan bahagia

SMA Darul Ulum 1, Jombang East Java in memories :))

Minggu, 08 September 2013

Gasibu Bandung :)


at Gedung Sate Bandung Febri, Anti, sukma yeaahh




gak ada yang perlu banyak di deskripsikan. hari ini, 8 september 2013. hari yang indah pagi yang ceria

#gak alay kok :D tapi rada Lebay

Gak Perlu Ragu Part III

Dan dari semua kisah hingga mengantarkan jasad dan jiwaku berlabuh disini. dikota seribu kisah indah. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. banyak orang yang menganggapnya STIKES, banyak yang bilang kerjanya cuman ngobok2 air comberan, tukang buku yang seharusnya pengetahuanya luas malah bilang lulusanya bakalan jadi ibu - ibu PKK *Nyesekkk :(.

Dan silahkan anda menilai semua sendiri lewat Hymne STKS. silahkan anda mentafsirkan sendiri apa itu STKS Bandung =>


Mereka kehilangan kasih
Mereka yang kehilangan arah
Mereka-mereka yang tersisih
Mereka saudara kita

Mentari tak bersinar padanya
Rembulan tak tersenyum padanya
Dan angin mengusapkan harapan
Mimpinya itulah miliknya

Dalam suka-duka mereka
Terpaut suka-duka kami
Dan sejahtera mereka
Adalah cita-cita kami..

Semoga bakti kami
Civitas akademika Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial
Selalu dalam limpahan ridho-Nya..

Dan sebenarnya Bahagia itu sederhana. Open Your Eyes Open Your Mind :)

HIDUP ADALAH PROSES
HIDUP ADALAH BELAJAR
TANPA ADA BATAS UMUR
TANPA ADA KATA TUA

JATUH BERDIRI LAGI
KALAH MENCOBA LAGI
GAGAL BANGKIT LAGI
NEVER GIVE UP!!!
SAMPAI ALLAH BERKATA 
WAKTUNYA PULANG

gak perlu lagi ada keraguan atas segala janji janji indahNya. SURGA euy! siapa sih orang waras yang nolak. apapun yang kita mau ada disana. bisa bertemu dengan Rosululloh, Allah, para sahabat, para wali, para mujahid2 Islam. bahagia dan bersyukur menjadi bagian dari Beliau. Bismillah. . . . .  

Hanya Atas segala RidhoMu Rabku hamba memohon..

Rabu, 04 September 2013

Gak Perlu ragu Part II

Namun kenyatan pahit, dan sangat pahit harus ditelan oleh ludahku. dan rasa pahit itu menjalar kesetiap ujung saraf tubuhku. tepatnya pada tanggal 24 Mei nomor USM ku tak tercantum di PDF pengumuman stis tahap pertama.. 340298 ini nomor ujianku dengan 34 adalah kode daerah tempat aku melakukan ujian. Surabya yang pernah menjadi saksi bisu air mata menets ditempat aku ujian. betapa hancurnya hatiku kala itu. betapa hampa terasa hidup ini. DOWN. gak tau sama sekali arah kemana aku harus melanjutkan kapal layarku. hancurlah semuanya, mulai dari kakak2 yang aku ingin temui, GBK, Senayan, blog2 keren yang gak pernah aku tinggalin setiap hari, puluhan folder tentang stis dilaptopku, ratusan asoal yang setiap hari aku pecahkan, kebahagiaan orangtuaku, Rohis stis, masjid hasanah stis, jalan otista jakarta timur, angkatan 55. semua itu berada diatas awan. jauh semakin terbang karena badai hitam datang menerpa. kegagalan di SNMPTN undangan tanggal 31 mei menambah pahit lidah ini. jiwaku sakit. aku gak tau harus kemanakah selanjutnya kaki ini berpijak.

rasa bingung bertambah saat aku ngerasa gak pernah belajar untuk SBMPTN (seleksi tulis PTN). keyakinan untuk bisa mengejakanya 0%. aku memutuskan untuk mendaftarkan a.n. Febriarum Rohmatul Hasanah ke 4 tempat seleksi. SPMB UIN Surabaya. SBMPTN, STKS, STAN. Dan darisinilah semua hikmah seperti menceruat kepermukaan. dan serasa aku dibangunkan dari kegelisahan tiada ujung. Doaku yang tak pernah putus disetiap sholat wajib dan sunnah seperti terjawab. terjawab dengan cara Allah. mulai dari menjadi reward TO terbaik SPMB, aku diterima di 3 jalur yang aku ikut tesnya. penerima beasiswa prestasi + ada TID disitu. aku berfikir. Allah telah meluruskan segala jalanku. dan akhirnya aku menjatuhkan pilihan untuk menimba ilmu di Seolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung.

Namun dari tanggal 19 agustus ak menginjakkan kaki di kota kembang ini. aku mersa ada sesuatu yang hilang. aku seperti orang yang tak tau harus kemana aku besok. apa target hidupku selanjutnya. kemanakah aku nanti. bingung. fikiran terkadang masih melayang ke mimpi yang dulu

*bersambung....

Gak Perlu Ragu (PART I)

dan setelah sekian bulan pasca peristiwa menyakitkan itu, hari ini detik ini aku beranikan diriku, aku bener2 niatkan dalam hati untuk membagikan kisah hidupku yang selama ini belum aku torehkan lewat sebuah tulisan. lewat beberapa paragraf di sebuah implementasi teknologi maya.  ya seperti janjikan dulu. tiga tahun lalu, tepat saat aku sedang mengenyam ilmu dibangku Sekolah Menengah Atas Darul Ulum 1 Jombang. aku dulu pernah berjanji, insyaAllah ntar kalok udah lulus dan ketrima di PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) "itu" aku share gimana aku berjuang buat ngedapetin semuanya. Absolutely this one is a nice way. 

Namun, cerita lain lah yang timbul. cerita atau kisah lain yang kini sedang aku jalani. Nyata, setiap hari aku lakuin. cuman entah gak tau kenapa. like something wrong happened. Dan aku dibingungkan oleh perasaan itu. hingga aku berfikir, "ADA APA DENGAN AKU INI".

THIS IS MY STORY >>>
3 years ago, tepatnya pas aku lagi kelas 1 SMA, ada berbagai kecamuk dihatiku. Itu masa dimana hatiku mengakui segala minusnya kelakuan tingkat sekolah menengah pertamaku. gimana aku yang dulu gak deket dengan Sang Pencipta. aku sholat 5 waktu, tapi rasa memiliki Rab dengan 99 Asmaul Husna itu hampir2 tidak ada. parahnya puasa sunnah dalam islam, puasa senin kamis dengan sejuta kemanfaatan dan keberkahan, hati ini menolak. aku hanya berfikir sebatas otak. tak pernah memikirkanya dengan akal yang aku punya. kemudian aku merenung. apa bedanya aku dengan hewan. apa bedanya aku dengan mereka yang hidupnya memilih untuk berkomunis.

hingga suatu ketika, nasehat ibuku untuk mencoba melanjutkan belajar di sebuah pondok pesantren. entah kenapa  tanpa berfikir dua atau tiga kali. aku langsung mengiyakan. padahal selama aku duduk dibangku sekolah menengah pertama, aku paling gak suka sama anak pesantren. mindstreem ku, : mereka kuno, mereka gak berpendidikan, mereka gak pernah bisa up date segalanya yang baru di bumi ini, hanya ngaji kerjaanya. bad thingking itu seperti hilang, gak tau kemana dia pergi. hingga akhirnya aku memutuskan untuk memilih salah satu ponpes ( pondok pesantren) di Jombang. Pondok Pesantren DARUL ULUM. 



Darul Ulum, lumbung ilmu artinya. dengan jargonya. "Berotak London, Berakhlaq Masjidil Haram". Disinilah aku menemukan jati diriku yang sebenarnya. Siapakah aku, darimanakah aku, bagaimana seharusnya aku, dan kemanakah aku nanti. dan semua pertanyaan itu terjawab di Darul Ulum. bukan lewat sebuah teori,yang menjelaskan bagaimana 1 + 1 = 2. tapi lewat sebuah proses, lewat sebuah waktu. dimana dengan sendirinya aku mengerti. dimana dengan sendirinya hati ini seperti terobati dari penyakit ganas. hati yang dulunya keras dan panas, berubah menjadi lunak dan terasa sejuk. aku belajar dari apa yang aku lihat. dan hingga aku memahamibetapa HIKMAH itu sebenarnya setiap hari ada dari hal sekecil apapun. Namun permasalahnya BISAKAH KITA MERASAKANYA?. contoh kecil : pulang sekolah ngeliat tukang becak  tidur diatas becaknya. siang hari bolong, panas, gak pernah malu. Miris gak sih? simple aja mikirnya. gimana kalok sekarang semua diputar. posisinya kita jadi tukang becak itu. Bo'ong banget kalo kita bilang ALLAH GAK ADIL. QS Ar Rahman " Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". pada dasarnya semua orang itu beruntung, hanya saja masalahnya. seberapa besar hati itu bisa peka dengan segala kejadian yang dengan mudahnya mata mengobservasi segala objek kehidupan. Darul Ulum lah yang mengubah semua kehidupan kelamku. kehidupan yang gak pernah merasa aku bahagia. gak pernah tahu kemanakah seharusnya aku melabuh. jadi buang jauh2 kalau anda berfikir anak pondok pesantren itu gak pernah bisa berkembang dan ketinggalan zaman. malah seharusnya yang bilang itulah yang kroscek, sudah luruskah hidupnya. Buktinya prestasi anak pondok pesantren banyak yang sudah mencapai ranah internasional. sebuah pesantren membekali hidup agar tak pernah merasa sendiri dengan seberapa besarpun masalah yang sedang terjadi. karena Innallaha Ma'ana. 

Dan disinilah aku mulai mencari dan merajut mimpi. Hingga aku memutuskan untuk memilih Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). STIS jadi mimpi besarku setiap hari. sasaran tembak yang setiap hari aku menyusun rencana. bagaimana caranya peluruku berlabuh di kampus itu. saat semua pertanyaa berkecamuk : kenapa harus memilih STIS kalok ingin menjadi seorang Statistisi (sebutan orang yang bergulat didunia statistik). diantara deretan PTK yang aku cari lewat Google. hatiku memilih STIS. mengapa? selain memang karena sekolah gratis, tiap bulan dapet tujangan ikatan dinas. lulus langsung jadi PNS golongan IIIA, langsung ada tempat yang menampung. terlepas dari itu semua. ada hal mendasar yang membuat hatiku memilih STIS. karena karakter para mahasiswa yang ada di stis semuanya RELIGIUS. entah beragama islam ataupun non- islam, mereka semua berbeda dimataku. karena yang aku pertaruhkan untuk masa depanku bukan hanya sekedar harta, tapi kedekatanku dengan Sang Pencipta. aku merasa sangat takut kehilangan hal itu.  itulah yang mendasariku untuk bisa bergabung dengan mereka. karena stis *salah satunya semangatku untuk belajar setiap hari gak pernah padam. hingga sekecil apapun berita tentang stis aku tahu. dari siapa yang meninggal, lagi apa disana. aku tahu. stis bukan hanya mimpiku, tapi mimpi kedua orang tuaku. dan karena kebahagiaan orang tualah aku berjuang untuk mendapatkan STIS. mulai dari membagi waktu belaja untuk sekolah, oganisasi, dan USM STIS. dan aku akhirnya memilih waktu ba'da tahajud untuk belajar segala jenis soal2 USM stis. disepertiga malam itulah aku memahami. disaat yang lain masih tertidur pulas aku membolak - balk kertas yang hampir kumel. gimana aku harus berjuang untuk mempelajari Grammer Bhs. Inggris. rasa jenuh yang datang tiap kali belajar aku hapus dengan teriakan dalam hati "MAN JADDA WAJADA, INGET MIMPIMU, ADA BIRU DIUJUNG PELANGI !!" dengan mudahnya semangat itu kembali membara bak percikan api yang disiram minyak tanah. hampir juga aku tak pernah meninggal sunah2 Islam yang lain. Because of the happiness of my parrents. 

*Bersambung...

Sabtu, 31 Agustus 2013

full of Honest

malam ini bakalan jadi saksi bisu buat cerita cerita lagi. udah lama ini blog aku tinggalin. gara gara something wrong, something not nice happened on my lovely lfe :(. ohhh... #sedih ceritnya
oke moving...
jadi ceritanya gini, *ciye yg mau cerita. bah bah bah kebanyakan rempong. to the point aja, aku bener bener kagum sama dia. nih diawal aku kasih kata "dia" aja. wah seorang mahluk ciptaan Allah SWT yang bener bener subhanallah, sesuatu kalo kata syahrini mah. dia lebih dari sekedar manusia yang bijak. sepertinya dia punya seglanya yang baik2 mah pokoknya. apalagi masalah agamanya yang gak mungkin teragukan lagi. ngajinya gak usah diraguin lagi, santunya kayak kecap ABC, manisss banget. saking manisnya semutpun jatuh hati sama dia, eaakkk kayak yang lagi mantengin notepad juga sih *ehhhhh. dia lebih dari sekedar manusia yang hanya seonggok daging dan punya nama. dia seperti punya segalanya. meskipun cobaan kini sedang dia derita, tapi dia gak pernah ngerasa marah atau ngerasa dia orang palig gak beruntung didunia ini. yang paling aku kagumi adalah bagaimana sikap dia pas ngatasi masa depan dia. dia tetep cinta sama ilmunya. malah dia bantuin orang lain. artinya dia gk pernah lupa buat ngamalin ilmunya yang subhanallah itu sama orang. bener2 contoh orang pinter yang bener2 pinter. nggak keblinger mah kalok bahasa jawanya. tapi sayangnya dia sudah *titik titik titik kyaknya. yahhhh... ngehela nafas deh bisanya. dan aku sll berdoa terbaik aku dan dia. semoga dia bisa jadi panutan umat kelak . Amin
for inisial F : terimakasih dan bahagia bisa mengenal  Anda :)

Selasa, 21 Agustus 2012

scary

cumak nanya. wah.. fellnya jadi ngueri

Senin, 09 September 2013

Cerita yang selalu indah :)

 aku, miteh, moeng2, ndit
 Adel, aku, nenel, de en




meski hati lagi terpecah *asekkk... kalok bareng2 mah tetep bkalan bahagia

SMA Darul Ulum 1, Jombang East Java in memories :))

Minggu, 08 September 2013

Gasibu Bandung :)


at Gedung Sate Bandung Febri, Anti, sukma yeaahh




gak ada yang perlu banyak di deskripsikan. hari ini, 8 september 2013. hari yang indah pagi yang ceria

#gak alay kok :D tapi rada Lebay

Gak Perlu Ragu Part III

Dan dari semua kisah hingga mengantarkan jasad dan jiwaku berlabuh disini. dikota seribu kisah indah. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. banyak orang yang menganggapnya STIKES, banyak yang bilang kerjanya cuman ngobok2 air comberan, tukang buku yang seharusnya pengetahuanya luas malah bilang lulusanya bakalan jadi ibu - ibu PKK *Nyesekkk :(.

Dan silahkan anda menilai semua sendiri lewat Hymne STKS. silahkan anda mentafsirkan sendiri apa itu STKS Bandung =>


Mereka kehilangan kasih
Mereka yang kehilangan arah
Mereka-mereka yang tersisih
Mereka saudara kita

Mentari tak bersinar padanya
Rembulan tak tersenyum padanya
Dan angin mengusapkan harapan
Mimpinya itulah miliknya

Dalam suka-duka mereka
Terpaut suka-duka kami
Dan sejahtera mereka
Adalah cita-cita kami..

Semoga bakti kami
Civitas akademika Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial
Selalu dalam limpahan ridho-Nya..

Dan sebenarnya Bahagia itu sederhana. Open Your Eyes Open Your Mind :)

HIDUP ADALAH PROSES
HIDUP ADALAH BELAJAR
TANPA ADA BATAS UMUR
TANPA ADA KATA TUA

JATUH BERDIRI LAGI
KALAH MENCOBA LAGI
GAGAL BANGKIT LAGI
NEVER GIVE UP!!!
SAMPAI ALLAH BERKATA 
WAKTUNYA PULANG

gak perlu lagi ada keraguan atas segala janji janji indahNya. SURGA euy! siapa sih orang waras yang nolak. apapun yang kita mau ada disana. bisa bertemu dengan Rosululloh, Allah, para sahabat, para wali, para mujahid2 Islam. bahagia dan bersyukur menjadi bagian dari Beliau. Bismillah. . . . .  

Hanya Atas segala RidhoMu Rabku hamba memohon..

Rabu, 04 September 2013

Gak Perlu ragu Part II

Namun kenyatan pahit, dan sangat pahit harus ditelan oleh ludahku. dan rasa pahit itu menjalar kesetiap ujung saraf tubuhku. tepatnya pada tanggal 24 Mei nomor USM ku tak tercantum di PDF pengumuman stis tahap pertama.. 340298 ini nomor ujianku dengan 34 adalah kode daerah tempat aku melakukan ujian. Surabya yang pernah menjadi saksi bisu air mata menets ditempat aku ujian. betapa hancurnya hatiku kala itu. betapa hampa terasa hidup ini. DOWN. gak tau sama sekali arah kemana aku harus melanjutkan kapal layarku. hancurlah semuanya, mulai dari kakak2 yang aku ingin temui, GBK, Senayan, blog2 keren yang gak pernah aku tinggalin setiap hari, puluhan folder tentang stis dilaptopku, ratusan asoal yang setiap hari aku pecahkan, kebahagiaan orangtuaku, Rohis stis, masjid hasanah stis, jalan otista jakarta timur, angkatan 55. semua itu berada diatas awan. jauh semakin terbang karena badai hitam datang menerpa. kegagalan di SNMPTN undangan tanggal 31 mei menambah pahit lidah ini. jiwaku sakit. aku gak tau harus kemanakah selanjutnya kaki ini berpijak.

rasa bingung bertambah saat aku ngerasa gak pernah belajar untuk SBMPTN (seleksi tulis PTN). keyakinan untuk bisa mengejakanya 0%. aku memutuskan untuk mendaftarkan a.n. Febriarum Rohmatul Hasanah ke 4 tempat seleksi. SPMB UIN Surabaya. SBMPTN, STKS, STAN. Dan darisinilah semua hikmah seperti menceruat kepermukaan. dan serasa aku dibangunkan dari kegelisahan tiada ujung. Doaku yang tak pernah putus disetiap sholat wajib dan sunnah seperti terjawab. terjawab dengan cara Allah. mulai dari menjadi reward TO terbaik SPMB, aku diterima di 3 jalur yang aku ikut tesnya. penerima beasiswa prestasi + ada TID disitu. aku berfikir. Allah telah meluruskan segala jalanku. dan akhirnya aku menjatuhkan pilihan untuk menimba ilmu di Seolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung.

Namun dari tanggal 19 agustus ak menginjakkan kaki di kota kembang ini. aku mersa ada sesuatu yang hilang. aku seperti orang yang tak tau harus kemana aku besok. apa target hidupku selanjutnya. kemanakah aku nanti. bingung. fikiran terkadang masih melayang ke mimpi yang dulu

*bersambung....

Gak Perlu Ragu (PART I)

dan setelah sekian bulan pasca peristiwa menyakitkan itu, hari ini detik ini aku beranikan diriku, aku bener2 niatkan dalam hati untuk membagikan kisah hidupku yang selama ini belum aku torehkan lewat sebuah tulisan. lewat beberapa paragraf di sebuah implementasi teknologi maya.  ya seperti janjikan dulu. tiga tahun lalu, tepat saat aku sedang mengenyam ilmu dibangku Sekolah Menengah Atas Darul Ulum 1 Jombang. aku dulu pernah berjanji, insyaAllah ntar kalok udah lulus dan ketrima di PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) "itu" aku share gimana aku berjuang buat ngedapetin semuanya. Absolutely this one is a nice way. 

Namun, cerita lain lah yang timbul. cerita atau kisah lain yang kini sedang aku jalani. Nyata, setiap hari aku lakuin. cuman entah gak tau kenapa. like something wrong happened. Dan aku dibingungkan oleh perasaan itu. hingga aku berfikir, "ADA APA DENGAN AKU INI".

THIS IS MY STORY >>>
3 years ago, tepatnya pas aku lagi kelas 1 SMA, ada berbagai kecamuk dihatiku. Itu masa dimana hatiku mengakui segala minusnya kelakuan tingkat sekolah menengah pertamaku. gimana aku yang dulu gak deket dengan Sang Pencipta. aku sholat 5 waktu, tapi rasa memiliki Rab dengan 99 Asmaul Husna itu hampir2 tidak ada. parahnya puasa sunnah dalam islam, puasa senin kamis dengan sejuta kemanfaatan dan keberkahan, hati ini menolak. aku hanya berfikir sebatas otak. tak pernah memikirkanya dengan akal yang aku punya. kemudian aku merenung. apa bedanya aku dengan hewan. apa bedanya aku dengan mereka yang hidupnya memilih untuk berkomunis.

hingga suatu ketika, nasehat ibuku untuk mencoba melanjutkan belajar di sebuah pondok pesantren. entah kenapa  tanpa berfikir dua atau tiga kali. aku langsung mengiyakan. padahal selama aku duduk dibangku sekolah menengah pertama, aku paling gak suka sama anak pesantren. mindstreem ku, : mereka kuno, mereka gak berpendidikan, mereka gak pernah bisa up date segalanya yang baru di bumi ini, hanya ngaji kerjaanya. bad thingking itu seperti hilang, gak tau kemana dia pergi. hingga akhirnya aku memutuskan untuk memilih salah satu ponpes ( pondok pesantren) di Jombang. Pondok Pesantren DARUL ULUM. 



Darul Ulum, lumbung ilmu artinya. dengan jargonya. "Berotak London, Berakhlaq Masjidil Haram". Disinilah aku menemukan jati diriku yang sebenarnya. Siapakah aku, darimanakah aku, bagaimana seharusnya aku, dan kemanakah aku nanti. dan semua pertanyaan itu terjawab di Darul Ulum. bukan lewat sebuah teori,yang menjelaskan bagaimana 1 + 1 = 2. tapi lewat sebuah proses, lewat sebuah waktu. dimana dengan sendirinya aku mengerti. dimana dengan sendirinya hati ini seperti terobati dari penyakit ganas. hati yang dulunya keras dan panas, berubah menjadi lunak dan terasa sejuk. aku belajar dari apa yang aku lihat. dan hingga aku memahamibetapa HIKMAH itu sebenarnya setiap hari ada dari hal sekecil apapun. Namun permasalahnya BISAKAH KITA MERASAKANYA?. contoh kecil : pulang sekolah ngeliat tukang becak  tidur diatas becaknya. siang hari bolong, panas, gak pernah malu. Miris gak sih? simple aja mikirnya. gimana kalok sekarang semua diputar. posisinya kita jadi tukang becak itu. Bo'ong banget kalo kita bilang ALLAH GAK ADIL. QS Ar Rahman " Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". pada dasarnya semua orang itu beruntung, hanya saja masalahnya. seberapa besar hati itu bisa peka dengan segala kejadian yang dengan mudahnya mata mengobservasi segala objek kehidupan. Darul Ulum lah yang mengubah semua kehidupan kelamku. kehidupan yang gak pernah merasa aku bahagia. gak pernah tahu kemanakah seharusnya aku melabuh. jadi buang jauh2 kalau anda berfikir anak pondok pesantren itu gak pernah bisa berkembang dan ketinggalan zaman. malah seharusnya yang bilang itulah yang kroscek, sudah luruskah hidupnya. Buktinya prestasi anak pondok pesantren banyak yang sudah mencapai ranah internasional. sebuah pesantren membekali hidup agar tak pernah merasa sendiri dengan seberapa besarpun masalah yang sedang terjadi. karena Innallaha Ma'ana. 

Dan disinilah aku mulai mencari dan merajut mimpi. Hingga aku memutuskan untuk memilih Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). STIS jadi mimpi besarku setiap hari. sasaran tembak yang setiap hari aku menyusun rencana. bagaimana caranya peluruku berlabuh di kampus itu. saat semua pertanyaa berkecamuk : kenapa harus memilih STIS kalok ingin menjadi seorang Statistisi (sebutan orang yang bergulat didunia statistik). diantara deretan PTK yang aku cari lewat Google. hatiku memilih STIS. mengapa? selain memang karena sekolah gratis, tiap bulan dapet tujangan ikatan dinas. lulus langsung jadi PNS golongan IIIA, langsung ada tempat yang menampung. terlepas dari itu semua. ada hal mendasar yang membuat hatiku memilih STIS. karena karakter para mahasiswa yang ada di stis semuanya RELIGIUS. entah beragama islam ataupun non- islam, mereka semua berbeda dimataku. karena yang aku pertaruhkan untuk masa depanku bukan hanya sekedar harta, tapi kedekatanku dengan Sang Pencipta. aku merasa sangat takut kehilangan hal itu.  itulah yang mendasariku untuk bisa bergabung dengan mereka. karena stis *salah satunya semangatku untuk belajar setiap hari gak pernah padam. hingga sekecil apapun berita tentang stis aku tahu. dari siapa yang meninggal, lagi apa disana. aku tahu. stis bukan hanya mimpiku, tapi mimpi kedua orang tuaku. dan karena kebahagiaan orang tualah aku berjuang untuk mendapatkan STIS. mulai dari membagi waktu belaja untuk sekolah, oganisasi, dan USM STIS. dan aku akhirnya memilih waktu ba'da tahajud untuk belajar segala jenis soal2 USM stis. disepertiga malam itulah aku memahami. disaat yang lain masih tertidur pulas aku membolak - balk kertas yang hampir kumel. gimana aku harus berjuang untuk mempelajari Grammer Bhs. Inggris. rasa jenuh yang datang tiap kali belajar aku hapus dengan teriakan dalam hati "MAN JADDA WAJADA, INGET MIMPIMU, ADA BIRU DIUJUNG PELANGI !!" dengan mudahnya semangat itu kembali membara bak percikan api yang disiram minyak tanah. hampir juga aku tak pernah meninggal sunah2 Islam yang lain. Because of the happiness of my parrents. 

*Bersambung...

Sabtu, 31 Agustus 2013

full of Honest

malam ini bakalan jadi saksi bisu buat cerita cerita lagi. udah lama ini blog aku tinggalin. gara gara something wrong, something not nice happened on my lovely lfe :(. ohhh... #sedih ceritnya
oke moving...
jadi ceritanya gini, *ciye yg mau cerita. bah bah bah kebanyakan rempong. to the point aja, aku bener bener kagum sama dia. nih diawal aku kasih kata "dia" aja. wah seorang mahluk ciptaan Allah SWT yang bener bener subhanallah, sesuatu kalo kata syahrini mah. dia lebih dari sekedar manusia yang bijak. sepertinya dia punya seglanya yang baik2 mah pokoknya. apalagi masalah agamanya yang gak mungkin teragukan lagi. ngajinya gak usah diraguin lagi, santunya kayak kecap ABC, manisss banget. saking manisnya semutpun jatuh hati sama dia, eaakkk kayak yang lagi mantengin notepad juga sih *ehhhhh. dia lebih dari sekedar manusia yang hanya seonggok daging dan punya nama. dia seperti punya segalanya. meskipun cobaan kini sedang dia derita, tapi dia gak pernah ngerasa marah atau ngerasa dia orang palig gak beruntung didunia ini. yang paling aku kagumi adalah bagaimana sikap dia pas ngatasi masa depan dia. dia tetep cinta sama ilmunya. malah dia bantuin orang lain. artinya dia gk pernah lupa buat ngamalin ilmunya yang subhanallah itu sama orang. bener2 contoh orang pinter yang bener2 pinter. nggak keblinger mah kalok bahasa jawanya. tapi sayangnya dia sudah *titik titik titik kyaknya. yahhhh... ngehela nafas deh bisanya. dan aku sll berdoa terbaik aku dan dia. semoga dia bisa jadi panutan umat kelak . Amin
for inisial F : terimakasih dan bahagia bisa mengenal  Anda :)

Selasa, 21 Agustus 2012